Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Dalam rangka memperkuat pemahaman
keagamaan yang aplikatif, murid MAN 2 Yogyakarta mengikuti kegiatan praktik tajhizul
jenazah dalam rangkaian Rabu (04/03/2026), Pesantren Ramadan yang diselenggarakan di lingkungan madrasah selama
sepekan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran fikih kontekstual yang
tidak hanya menekankan aspek teori, tetapi juga keterampilan praktik yang
dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat ini diikuti oleh murid
dari kelas X dan kelas XI. Kegiatan ini didampingi oleh guru mata pelajaran
fikih serta narasumber yang kompeten dibidangnya. Dalam sesi praktik, murid
dibimbing secara langsung mengenai tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat
Islam, mulai dari memandikan, mengkafani, menshalatkan, hingga proses
pemakaman.
Roikhan, selaku narasumber menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan
untuk memberikan pemahaman yang utuh kepada murid tentang kewajiban fardhu
kifayah yang seringkali belum dikuasai secara praktik. “Selama ini murid lebih
banyak menerima materi secara teoritis. Melalui praktik langsung seperti ini,
mereka menjadi lebih memahami prosedur yang benar sekaligus memiliki kesiapan
ketika terjun di masyarakat,” ujarnya.
Antusiasme murid terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka
tidak hanya memperhatikan penjelasan, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam
setiap tahapan praktik. Beberapa murid secara bergiliran mencoba langsung
proses mengkafani jenazah dengan bimbingan guru, sehingga pengalaman belajar
menjadi lebih bermakna.
Dengan adanya praktik tajhizul jenazah ini, diharapkan murid MAN
2 Yogyakarta mampu menginternalisasi nilai-nilai keagamaan secara lebih
mendalam serta memiliki keterampilan nyata yang bermanfaat bagi kehidupan
bermasyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata implementasi
pembelajaran fikih yang kontekstual, relevan, dan berdampak langsung bagi murid.(cio)
Berikan Komentar