Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Semangat prestasi kembali berkobar di MAN 2 Yogyakarta. Pada Senin (23/02/2026), bertempat di Perpustakaan madrasah, lima peserta didik terbaik bidang geografi resmi terpilih untuk mewakili madrasah dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) setelah melalui seleksi ketat tingkat madrasah.
Seleksi ini diikuti oleh tujuh peserta didik terbaik yang sebelumnya telah melewati tahap penjaringan dari ratusan peserta didik kelas X dan XI. Proses awal dilakukan melalui pemetaan minat, nilai ujian, serta wawancara, hingga akhirnya terpilih tujuh nama unggulan: Winne D.S (X C), Putra Ridho dan Jabbar Al Farizi (X G), Naura Husna (X H), Sachika Nur dan Embun (XI G), serta Pratista Khalis (XI H).
Pada tahap seleksi lanjutan, peserta didik menghadapi ujian tertulis berbasis kisi-kisi OSN yang dirancang oleh tim pembimbing, dilanjutkan dengan sesi wawancara mendalam untuk mengukur kesiapan akademik sekaligus mental kompetisi. Dari proses tersebut, lima peserta didik dengan capaian terbaik dinyatakan lolos dan berhak melaju mewakili MAN 2 Yogyakarta, yaitu Jabbar Al Farizi (X G), Embun (XI G), Sachika Nur (XI G), Pratista Khalis (XI H), dan Winne D.S (X C).
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran pendamping Retno Wulandari, S.Si, yang dikenal sebagai sosok inspiratif di balik lahirnya talenta-talenta unggul. Ia pernah mengantarkan Muhammad Nabil Newton menembus OSN tingkat nasional, serta kembali mengukir prestasi dengan mendampingi Nabil dalam ajang bergengsi di Universitas Gadjah Mada (UGM) skala internasional dengan hadirnya tim manca negara. Pengalaman tersebut menjadi energi besar dalam membina generasi baru pejuang olimpiade.
“Seleksi ini bukan sekadar memilih yang terbaik, tetapi menyiapkan peserta didik yang siap belajar, berproses, dan berjuang hingga tingkat nasional. Prestasi adalah hasil dari konsistensi dan keberanian menghadapi tantangan,” ungkap Retno.
Lebih dari sekadar kompetisi, proses ini mencerminkan praktik pembelajaran bermakna yang menumbuhkan daya pikir kritis, ketekunan, serta karakter tangguh. Para peserta didik tidak hanya dituntut menguasai konsep geografi, tetapi juga mampu menganalisis fenomena dan menyampaikan gagasan secara sistematis.
Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd, M.Pd menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan berharap para delegasi mampu melanjutkan tradisi prestasi madrasah di tingkat yang lebih tinggi. Dengan bimbingan yang tepat dan semangat juang yang kuat, peluang menorehkan prestasi di OSN 2026 semakin terbuka lebar.
Dari ruang perpustakaan yang tenang, langkah-langkah besar tengah disiapkan. Lima peserta didik ini bukan sekadar wakil madrasah, tetapi juga simbol harapan bahwa dengan bimbingan, ketekunan, dan doa, mimpi menuju panggung nasional bukanlah hal yang mustahil. (Retno Wulandari_Geografi)
Berikan Komentar