Fatikah Firda Nandara S.Pd Berbagi Kisah Novel 11.11, Mengajak Pembaca Memahami Cinta dan Pilihan yang Bijaksana

Fatikah Firda Nandara S.Pd Meriview Buku bersama Pustakawan Nuryanti A.Md

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Kegiatan literasi melalui program “Baca, Balik, Cerita” kembali berlangsung di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta. Kali ini, Fatikah Firda Nandara, S.Pd. berbagi cerita tentang novel 11.11 karya Lucia Priandarini pada Senin (3/8/2026) pukul 08.49 WIB bersama Pustakawan Nuryanti, A.Md.

Dengan penuh semangat dan penghayatan, Fatikah Firda Nandara yang juga seorang Guru Musik berbakat ini menceritakan kisah dalam novel 11.11 yang mengisahkan pertemuan dua orang teman lama di Gunung Bromo. Pertemuan tersebut kemudian membuka kembali kisah dan perasaan yang pernah ada di antara keduanya.

Tokoh utama dalam novel tersebut diketahui mengidap penyakit thalasemia. Ia kemudian dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah dalam kehidupan cintanya. Tokoh utama memutuskan hubungan dengan tunangannya karena merasa khawatir penyakit yang dideritanya dapat berdampak pada keturunan mereka kelak jika mereka menikah.

Dalam perjalanan kisahnya, tokoh utama akhirnya memilih teman lamanya yang juga membawa gen thalasemia. Keputusan tersebut diambil karena Ia merasa kasihan kepada tunangannya dan tidak ingin kelak anak mereka harus menghadapi risiko penyakit yang sama. Bagi tokoh utama, keputusan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan pengorbanan, meskipun harus menghadapi pilihan cinta yang tidak sederhana.

Dari kisah tersebut, Firda mengambil hikmah bahwa dalam urusan cinta, seseorang tidak hanya boleh mengandalkan perasaan, tetapi juga harus menggunakan logika dan mempertimbangkan berbagai konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil.

“Kalau cinta harus memakai logika,” ungkap Firda saat menyampaikan hikmah yang ia dapatkan dari novel tersebut.

Bagi Firda, kisah dalam novel 11.11 menunjukkan bahwa cinta terkadang mengharuskan seseorang mengambil keputusan yang berat. Perasaan cinta tidak selalu berarti memiliki, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian dan keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi orang yang dicintai.

Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti, A.Md., mengaku terharu mendengarkan cerita yang disampaikan Fatikah Firda Nandara S.Pd. Menurutnya, kisah tersebut menyentuh karena menghadirkan gambaran tentang seseorang yang harus berhadapan dengan pilihan sulit antara cinta, kasih sayang, dan masa depan.

“Saya terharu mendengarkan cerita yang disampaikan Bu Firda karena kisah ini mengajarkan bahwa cinta terkadang hadir bersama pilihan-pilihan yang tidak mudah. Ada kalanya seseorang harus berpikir jauh ke depan dan berani mengambil keputusan yang berat demi kebaikan orang lain. Dari cerita ini, kita belajar bahwa mencintai juga berarti peduli, bertanggung jawab, dan bijaksana dalam menentukan pilihan,” tutur Nuryanti.

Kegiatan “Baca, Balik, Cerita” di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta menjadi salah satu upaya untuk membangun budaya literasi yang tidak berhenti pada aktivitas membaca. Melalui kegiatan berbagi cerita, setiap pemustaka diajak untuk merefleksikan isi buku, menemukan pesan yang bermakna, dan membagikan pengalaman membacanya kepada orang lain. Karena sebuah buku mungkin selesai dibaca, tetapi cerita dan hikmah di dalamnya akan terus hidup ketika dibagikan. (nur)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp