Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) - Ramadan 1447 H di MAN 2 Yogyakarta hadir dengan semangat yang lebih membumi dan menginspirasi. Melalui rangkaian kegiatan Gebyar Ramadan (GEMA) 2026, madrasah meneguhkan komitmennya dalam membangun generasi berkarakter, religius, dan peduli sesama. Sejak 2 hingga 13 Maret 2026, atmosfer madrasah dipenuhi lantunan ayat suci, gerakan berbagi, hingga program edukatif yang menguatkan spiritualitas sekaligus literasi peserta didik.
Setiap hari, pembiasaan ibadah menjadi denyut utama kegiatan. Sholat Dhuha, Tadarus Al-Qur’an, dan Sholat Tarawih berjamaah dilaksanakan secara konsisten sebagai wujud penguatan spiritual dan kedisiplinan. Gerakan Infaq Harian yang melibatkan murid serta guru dan tenaga kependidikan (GTK) menjadi latihan keikhlasan yang nyata. Sementara itu, program MIMBAR (Menebar Ilmu Menggapai Berkah Ramadan) hadir dalam bentuk video singkat inspiratif sebagai pengingat kebaikan yang terus digaungkan sepanjang bulan suci.
Momentum penting juga hadir pada 5 Maret 2026 melalui peringatan Nuzulul Qur’an yang dikemas dalam pengajian reflektif tentang makna turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Pada hari yang sama, School Zone Ramadan Program digelar untuk mendorong kreativitas, literasi, dan penguatan karakter siswa melalui pendekatan edukatif bernuansa Islami.
Keesokan harinya, 6 Maret 2026, suasana kebersamaan semakin terasa melalui kegiatan Buka Bersama yang mempererat ukhuwah antara murid, guru, dan tenaga kependidikan. Pada hari itu pula, madrasah menerima kunjungan Roadshow Religi dari Kementerian Agama, menghadirkan narasumber yang memberikan pembinaan serta penguatan nilai-nilai keagamaan yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin.
Semangat berbagi menjadi pilar penting dalam GEMA 2026. Sejak 2 hingga 9 Maret, dilakukan pengumpulan Zakat Fitrah, yang kemudian dilanjutkan dengan Pentasyarufan Zakat pada 10 Maret 2026 kepada para mustahik yang berhak menerima. Setiap Jumat, kegiatan Khotmil Qur’an digelar sebagai doa bersama untuk keberkahan madrasah. Rangkaian ini ditutup dengan aksi sosial Bagi Takjil Keliling pada 13 Maret 2026, menyapa masyarakat sekitar dengan senyum dan paket berbuka penuh kepedulian.
Tak kalah penting, kegiatan Pesantren Ramadan yang berlangsung 2–13 Maret 2026 menjadi ruang pembinaan intensif keislaman. Materi motivasi, pendalaman ilmu agama, hingga pembentukan karakter Islami dikemas secara sistematis untuk menumbuhkan generasi yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.
Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa GEMA 2026 bukan sekadar agenda seremonial, melainkan gerakan bersama membangun budaya religius yang berkelanjutan. “Ramadan adalah madrasah kehidupan. Kami berharap seluruh murid tidak hanya menjalankan ibadah sebagai rutinitas, tetapi mampu memaknai setiap kegiatan sebagai proses pembentukan karakter, kejujuran, kedisiplinan, dan kepedulian sosial,” tuturnya.
Ia juga berharap semangat berbagi melalui zakat, infaq, dan takjil keliling dapat menumbuhkan empati yang terus hidup meski Ramadan telah usai. “Kami ingin nilai-nilai yang ditanamkan selama GEMA ini menjadi bekal sepanjang hayat. Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat spiritualnya dan lembut hatinya terhadap sesama,” pesannya penuh harap.
Melalui GEMA 2026, MAN 2 Yogyakarta kembali menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum transformasi, menguatkan iman, mempererat persaudaraan, dan menebar manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. (pusp)
Berikan Komentar