Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Suasana penuh haru mewarnai kegiatan Literasi Baca Balik Cerita di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, Rabu (22/07/2026) pukul 12.30 WIB. Kali ini, Gendis Sita berkesempatan mereview buku Bu, Tidak Ada Teman Menangis Malam Ini karya Boy Candra bersama Pustakawan Nuryanti, A. Md.
Dengan
penuh perasaan, Gendis menyampaikan kembali kisah yang terdapat dalam buku
tersebut. Buku Bu, Tidak Ada Teman Menangis Malam Ini menghadirkan cerita
tentang perjalanan kehidupan seorang anak yang menghadapi berbagai persoalan
dan pergulatan batin, serta hubungan emosional yang kuat dengan sosok Ibu.
Kisah yang disampaikan melalui sudut pandang tokoh utama mampu menghadirkan
kesedihan sekaligus mengajak pembaca untuk lebih memahami arti kasih sayang,
kehilangan, dan kehadiran seorang Ibu dalam kehidupan anak.
Selama
membaca buku tersebut, Gendis mengaku merasa sedih dan begitu terbawa suasana.
Ia bahkan membayangkan dirinya berada di posisi seorang Ibu dari tokoh utama
yang harus menghadapi berbagai keadaan sulit dalam perjalanan hidup anaknya.
“Selama
membaca buku ini saya merasa sedih karena saya membayangkan bagaimana jika saya
menjadi seorang Ibu dari tokoh utama. Tentu rasanya sangat berat melihat anak
menghadapi berbagai persoalan dan kesedihan dalam hidupnya,” ungkap Gendis.
Pustakawan
Nuryanti, A. Md. mengapresiasi Gendis yang mampu menyampaikan isi buku dengan
penuh penghayatan. Menurutnya, kemampuan pembaca untuk merasakan emosi yang
dibangun dalam sebuah cerita merupakan bagian penting dari proses literasi.
“Review
yang disampaikan Gendis menunjukkan bahwa membaca bukan hanya tentang memahami
isi buku, tetapi juga tentang bagaimana kita mampu merasakan, merenungkan, dan
mengambil makna dari setiap cerita. Ketika sebuah buku mampu menyentuh perasaan
pembacanya, di situlah literasi menjadi lebih bermakna,” tutur Nuryanti.
Kegiatan
Literasi Baca Balik Cerita di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta terus menjadi ruang
bagi para siswa untuk berbagi pengalaman membaca. Melalui kegiatan ini, siswa
tidak hanya diajak untuk membaca buku, tetapi juga berani menceritakan kembali
isi bacaan, mengungkapkan perasaan, serta menemukan nilai-nilai kehidupan yang
dapat diterapkan dalam keseharian.
Dengan
semangat Baca, Balik, Cerita!, setiap buku yang dikembalikan ke Perpustakaan
diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah bacaan, tetapi dapat kembali hadir
dalam bentuk cerita, pengalaman, dan inspirasi yang dibagikan kepada orang
lain. (Nur)
Berikan Komentar