Gerbang Semangat Dibuka! Sambutan Hangat Pagi Hari Jadi Energi Belajar Murid MAN 2 Yogyakarta

Foto penyambutan murid dipagi hari

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Suasana penuh kehangatan mewarnai gerbang utama MAN 2 Yogyakarta setiap pagi sebelum kegiatan belajar dimulai. Jumat (17/07/2026), guru, tenaga kependidikan, mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), serta perwakilan organisasi siswa berdiri menyambut kedatangan murid dengan senyum, salam, sapa, dan berjabat tangan. Tradisi sederhana tersebut menjadi bagian dari budaya positif madrasah yang mampu menghadirkan semangat baru bagi seluruh warga sekolah.

Sejak pukul 06.40 WIB, para penyambut telah bersiap di pintu gerbang depan dan belakang untuk menyapa setiap murid yang datang. Sapaan hangat disertai jabat tangan menciptakan suasana yang akrab, sehingga murid merasa dihargai, diperhatikan, dan diterima sebelum memasuki ruang kelas. Interaksi singkat ini sekaligus menjadi media untuk menanamkan nilai kesopanan, rasa hormat, dan kepedulian antarsesama.

Kehadiran mahasiswa PPL dalam kegiatan penyambutan turut memberikan warna tersendiri. Mereka berbaur bersama guru dan pegawai untuk membangun komunikasi yang positif dengan murid sekaligus belajar secara langsung mengenai budaya sekolah yang humanis. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak hanya diajarkan di dalam kelas, tetapi juga diwujudkan melalui keteladanan dalam aktivitas sehari-hari.

Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., Kepala MAN 2 Yogyakarta menyampaikan bahwa penyambutan pagi merupakan salah satu bentuk pelayanan prima sekaligus ikhtiar membangun iklim belajar yang nyaman dan menyenangkan. ”Senyum, salam, dan sapaan yang tulus mampu memberikan energi positif bagi murid untuk memulai aktivitas belajar dengan hati yang gembira. Lingkungan yang ramah akan membantu menumbuhkan motivasi belajar sekaligus memperkuat karakter peserta didik,” ungkapnya.

Melalui budaya penyambutan pagi, MAN 2 Yogyakarta terus meneguhkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang berpusat pada peserta didik. Madrasah tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter melalui kebiasaan-kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten. Dari gerbang madrasah inilah semangat belajar, nilai-nilai akhlak mulia, dan budaya saling menghargai tumbuh menjadi fondasi lahirnya generasi unggul, berprestasi, dan berkarakter.(cio)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp