Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Pagi itu, Jumat (23/01/2026), suasana MAN 2 Yogyakarta tampak berbeda. Bukan hanya karena derap langkah para peserta didik yang datang lebih awal, tetapi karena semangat kebersamaan yang terasa kuat sejak matahari menyapa halaman madrasah. Seluruh civitas akademika bergerak serempak dalam kegiatan Jumat Bersih, sebuah ikhtiar sederhana namun sarat makna untuk merawat lingkungan sekaligus menumbuhkan karakter gotong royong.
Dengan alat kebersihan di tangan, para peserta didik bersama guru dan tenaga kependidikan menyebar ke berbagai titik. Ruang-ruang kelas dibersihkan dengan penuh tanggung jawab: meja dan kursi ditata rapi, lantai disapu dan dipel, jendela serta ventilasi dilap hingga kembali bening. Di sela aktivitas itu, tumbuh kesadaran bahwa ruang belajar yang bersih bukan hanya sedap dipandang, tetapi juga menghadirkan kenyamanan dan semangat dalam menuntut ilmu.
Di luar kelas, denyut kebersamaan kian terasa. Area taman, selokan, dan lingkungan sekitar madrasah ditata bersama. Sampah dikumpulkan dan dipilah, tanaman dirapikan, dan sudut-sudut yang sebelumnya luput dari perhatian kembali tertata. Kegiatan ini menjadi pembelajaran nyata bagi peserta didik tentang kepedulian lingkungan, bahwa menjaga alam dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
Tak kalah khidmat, area ibadah madrasah turut mendapat perhatian khusus. Lantai masjid dan mushalla dibersihkan, perlengkapan ibadah dirapikan, serta tempat wudhu disucikan bersama. Di ruang inilah kebersihan berpadu dengan nilai spiritual, menegaskan bahwa merawat tempat ibadah merupakan bagian dari penguatan iman dan akhlak.
Kegiatan Jumat Bersih ini bukan sekadar rutinitas kebersihan. Ia menjelma menjadi pendidikan karakter yang hidup, menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan rasa memiliki. Di balik sapu dan pel yang digerakkan bersama, tumbuh kesadaran kolektif bahwa madrasah adalah rumah bersama yang harus dijaga dengan hati.
Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan pesan penuh makna. Ia menegaskan bahwa kebersihan merupakan fondasi penting dalam membangun budaya mutu madrasah. “Saya berharap kegiatan Jumat Bersih ini tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi tumbuh menjadi budaya yang melekat pada diri setiap peserta didik dan seluruh warga madrasah. Dari lingkungan yang bersih dan tertata, akan lahir pikiran yang jernih, hati yang tenang, serta semangat belajar yang berkelanjutan,” tuturnya.
Melalui kegiatan Jumat Bersih, MAN 2 Yogyakarta kembali meneguhkan komitmennya sebagai madrasah yang unggul tidak hanya dalam prestasi akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan. Dari kerja bersama di pagi hari itu, tersirat pesan sederhana namun mendalam: merawat lingkungan hari ini adalah menyiapkan masa depan yang lebih baik. (pusp)