Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Inovasi layanan pendidikan berbasis pendekatan humanis terus dikembangkan MAN 2 Yogyakarta. Salah satunya melalui program “SO SWEET” (Sapa Aruh-aruh Wayah Esuk Tenan), yang menghadirkan suasana hangat setiap pagi di gerbang madrasah. Di balik kegiatan sederhana tersebut, peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) terbukti semakin strategis dalam membangun kesiapan mental dan emosional peserta didik.
Setiap pagi, Muhammad Feni, S.Psi, guru BK turut hadir bersama jajaran guru dan tenaga kependidikan untuk menyambut siswa dengan senyum, sapaan, serta motivasi singkat. Aktivitas ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan bagian dari pendekatan preventif dalam layanan konseling. Melalui interaksi awal tersebut, guru BK dapat melakukan deteksi dini terhadap kondisi psikologis siswa, mulai dari perubahan suasana hati hingga potensi permasalahan yang dihadapi.
Koordinator program SO SWEET, Wisang Liyeng Permanasari, S.Pd., menyampaikan bahwa penyambutan pagi menjadi pintu masuk penting dalam membangun kedekatan antara guru dan siswa. Dengan suasana yang cair dan penuh kehangatan, siswa merasa lebih diterima dan tidak segan untuk berkomunikasi.
Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari implementasi budaya pelayanan DIGDAYA—dedikatif, inovatif, gesit, disiplin, adaptif, yakin, dan amanah. “Sentuhan sederhana di pagi hari mampu memberikan dampak besar. Siswa datang tidak hanya untuk belajar, tetapi juga merasa dihargai dan didampingi,” ujarnya.
Dalam perspektif layanan BK, kehadiran guru sejak gerbang madrasah memperluas fungsi konseling dari yang semula cenderung kuratif menjadi lebih preventif dan promotif. Guru BK tidak lagi menunggu siswa datang ke ruang konseling, melainkan aktif menjangkau dan membangun komunikasi sejak awal hari.
Salah satu siswa kelas XI mengaku merasakan manfaat dari program ini. Ia menilai sapaan guru, khususnya guru BK, mampu menciptakan rasa nyaman dan meningkatkan semangat belajar. “Rasanya lebih diperhatikan, jadi lebih siap menjalani pelajaran,” ungkapnya.
Program SO SWEET kini menjadi representasi wajah ramah MAN 2 Yogyakarta. Lebih dari sekadar penyambutan, inisiatif ini memperlihatkan bagaimana layanan pendidikan dapat menyentuh aspek psikologis siswa secara nyata. Peran aktif guru BK dalam program ini menegaskan komitmen madrasah untuk menghadirkan ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter dan kesehatan mental peserta didik. (Muhammad Feni)
Berikan Komentar