Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) - Komitmen MAN 2 Yogyakarta dalam meningkatkan kualitas pembelajaran terus diwujudkan melalui penguatan kompetensi pendidik. Upaya tersebut tercermin dari keikutsertaan dua guru Geografi MAN 2 Yogyakarta, Heri Jatmiko, S.Pd. dan Retno Wulandari, S.Si., dalam kegiatan Pengembangan Diri Guru Geografi melalui workshop yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Madrasah Aliyah se-Provinsi D.I. Yogyakarta.
Kegiatan
ini dilaksanakan pada Senin (19/01/2026), bertempat di MAN 1 Yogyakarta, dan
diikuti oleh guru Geografi Madrasah Aliyah negeri maupun swasta dari seluruh
wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Workshop ini menjadi ruang belajar bersama
sekaligus forum penguatan wawasan keilmuan bagi para pendidik Geografi dalam
merespons tantangan kebencanaan dan tata ruang wilayah.
Workshop
menghadirkan narasumber dari Tim Dosen Fakultas Geografi Universitas Gadjah
Mada, dengan pembicara utama Dr. R. Ngt Lina Wahyuni, S.Si., M.Sc. Materi yang
disampaikan mengangkat tema “Manfaat Analisis Geospasial bagi Tata Ruang dan
Manajemen Bencana”, sebuah topik yang sangat relevan dengan kondisi geografis
dan kerawanan bencana di wilayah DIY.
Dalam
paparannya, narasumber menjelaskan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki
keragaman bentang alam yang unik sekaligus tingkat kerawanan bencana yang
tinggi, mulai dari erupsi Gunung Merapi, gempa bumi, banjir, tanah longsor,
hingga potensi tsunami di kawasan pesisir selatan. Kondisi ini menjadikan
pemahaman analisis geospasial sebagai kebutuhan penting, tidak hanya dalam
perencanaan tata ruang, tetapi juga dalam upaya mitigasi dan edukasi
kebencanaan sejak dini melalui jalur pendidikan.
Analisis
geospasial melalui pemanfaatan peta, Sistem Informasi Geografis (SIG), dan
citra satelit dipaparkan sebagai sarana strategis untuk membantu guru memahami
konsep keruangan secara lebih utuh dan kontekstual. Pendekatan ini memungkinkan
pembelajaran Geografi tidak berhenti pada tataran teori, melainkan mampu
mengaitkan materi dengan realitas wilayah tempat peserta didik hidup dan
berkembang.
Workshop
ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru Geografi Madrasah Aliyah mengenai
konsep dasar analisis geospasial, perannya dalam mitigasi bencana, serta
keterkaitannya dengan materi ajar Geografi di tingkat MA. Selain itu, kegiatan
ini juga mendorong pemanfaatan peta dan data spasial sebagai media pembelajaran
yang aplikatif dan mudah diterapkan di kelas.
Proses
penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui paparan, diskusi, dan
sesi tanya jawab yang dikaitkan dengan studi kasus kebencanaan dan tata ruang
wilayah DIY. Suasana diskusi berlangsung dinamis, memberikan ruang bagi peserta
untuk berbagi pengalaman pembelajaran sekaligus memperdalam pemahaman terhadap
penerapan analisis geospasial dalam konteks pendidikan madrasah.
Bagi
perwakilan MAN 2 Yogyakarta, Heri Jatmiko dan Retno Wulandari, workshop ini
menjadi pengalaman berharga dalam memperkaya perspektif pembelajaran Geografi.
Materi yang diperoleh dinilai sangat relevan untuk diintegrasikan dalam proses
belajar mengajar, khususnya dalam membangun kesadaran peserta didik terhadap
pentingnya pemahaman ruang, lingkungan, dan kebencanaan.
Melalui
kegiatan ini, diharapkan kualitas pembelajaran Geografi di Madrasah Aliyah
semakin meningkat, berbasis konteks wilayah, serta mampu menumbuhkan literasi
kebencanaan di kalangan peserta didik. Keikutsertaan guru MAN 2 Yogyakarta
dalam workshop ini sekaligus menegaskan komitmen madrasah untuk terus
menghadirkan pembelajaran yang adaptif, ilmiah, dan selaras dengan tantangan
geografis wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. (pusp)
Berikan Komentar