Yogyakarta
(MAN 2 Yogyakarta) - Kekompakan, keharmonisan suara, dan penghayatan makna ayat
menjadi sajian utama dalam cabang Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) pada ajang Mandaya
Islamic Competition #10 (MIC#10). Berbeda dari cabang lainnya, MSQ menuntut
kemampuan kolaborasi tim dalam menyampaikan pesan Al-Qur’an secara indah,
runtut, dan menyentuh.
Setiap
tim tampil dengan ciri khas masing-masing, memadukan tilawah, terjemahan, serta
penjelasan kandungan ayat dalam satu kesatuan penampilan yang utuh. Penonton
pun dibuat terpukau oleh kekuatan pesan yang disampaikan sekaligus kekompakan
antaranggota tim di atas panggung.
Setelah
melalui proses penilaian yang cermat dari dewan juri, akhirnya terpilih para
juara terbaik yang mampu menunjukkan performa paling unggul. Juara I berhasil
diraih oleh tim dari MTsN 4 Bantul yang terdiri atas Gendhis Aprillia Rizkiani,
Syafana Malika Raihanun, dan Aisyah Zararaah. Penampilan mereka dinilai paling
solid dengan penyampaian yang jelas dan penuh penghayatan.
Posisi
Juara II diraih oleh tim dari MTs TQ El Muna Q yang beranggotakan Nasywa Hanin
Azzafira, Afika Alfi Khoiriyah, dan Mutia Nurul Izza. Sementara itu, Juara III
diraih oleh tim dari MTsN 8 Sleman yang terdiri atas Bastian Pramudya, Ahmad
Munif, dan Anggraini Dini Setyaningrum.
Keberhasilan
para juara tidak lepas dari kerja sama tim yang kuat serta latihan yang
konsisten. Cabang MSQ memang tidak hanya menguji kemampuan individu, tetapi
juga menuntut sinergi dalam menyampaikan nilai-nilai Al-Qur’an secara
komunikatif dan menyentuh hati.
Salah
satu panitia menyampaikan bahwa MSQ menjadi cabang lomba yang sangat strategis
dalam membentuk kemampuan komunikasi Islami generasi muda. “Melalui MSQ,
peserta belajar tidak hanya memahami Al-Qur’an, tetapi juga menyampaikannya
kepada orang lain dengan cara yang menarik dan bermakna,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya lomba ini, diharapkan para peserta semakin termotivasi untuk mendalami Al-Qur’an serta mengembangkan kemampuan berdakwah secara kreatif. Ajang MIC#10 pun kembali membuktikan diri sebagai wadah pembinaan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu menyampaikan kebaikan dengan cara yang inspiratif. (Wisang Liyen)
Berikan Komentar