Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Semarak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 tahun 2025 di MAN 2 Yogyakarta berlangsung meriah dan penuh makna. Bertempat di halaman Gedung Terpadu Perpustakaan dan Laboratorium IPA, OSIS MAN 2 Yogyakarta menggelar beragam lomba unik dan menghibur, salah satunya lomba estafet membawa balon di punggung. Yang membuat suasana semakin istimewa, peserta lomba bukanlah para siswa, melainkan para ibu guru yang tampil penuh semangat, tawa, dan daya juang.
Sejak
peluit start dibunyikan, setiap tim menunjukkan kekompakan, ketangkasan, dan
tekad kuat untuk mencapai garis finis. Lintasan perlombaan dipenuhi sorak
sorai, gelak tawa, dan teriakan dukungan dari penonton. Tidak sedikit momen
menegangkan terjadi, terutama saat balon nyaris jatuh, namun setiap peserta
tetap berusaha menjaga irama langkah sambil bekerja sama dengan pasangan
timnya.
Sorotan
utama tertuju pada Tim 2 yang dipimpin langsung oleh Kepala MAN 2 Yogyakarta,
Hartiningsih, S.Pd., M.Pd. Dengan strategi yang terukur dan kekompakan yang
solid, Tim 2 berhasil meraih juara pertama. Keberhasilan ini tidak lepas dari
perjuangan total seluruh anggotanya, termasuk salah satu ibu guru yang
menampilkan aksi luar biasa untuk mempertahankan posisi tim hingga garis finis.
Dalam
sambutannya, Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan
rasa bangganya terhadap partisipasi seluruh ibu guru. “Perlombaan ini bukan
sekadar memeriahkan hari kemerdekaan, tetapi juga menjadi simbol bahwa ibu
adalah penggerak peradaban. Dengan semangat, kekompakan, dan kebersamaan, kita
menanamkan nilai juang kepada generasi penerus. Ibu adalah madrasah pertama
yang mengajarkan arti perjuangan dan cinta tanah air,” ujarnya penuh semangat.
Lomba
ini bukan hanya ajang hiburan, melainkan wujud nyata bahwa semangat kemerdekaan
dapat dihidupkan melalui kebersamaan dan sportivitas. Seperti Ibu Pertiwi yang
setia memeluk tanah air, para ibu guru MAN 2 Yogyakarta tidak hanya mendidik di
ruang kelas, tetapi juga menanamkan nilai juang, membangun karakter, dan
menumbuhkan semangat kebersamaan demi kemajuan bangsa. Dengan gelora tawa dan
langkah penuh perjuangan, para ibu guru ini membuktikan bahwa mengisi
kemerdekaan dapat dilakukan dengan ketulusan, kebersamaan, dan cinta yang
tak pernah padam.(pusp)
Berikan Komentar