Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Implementasi ekoteologi di MAN 2 Yogyakarta
kembali menarik perhatian kalangan akademisi melalui kunjungan Tim Peneliti
IAIN Kendari dalam rangka Penelitian Berbasis Standar Biaya Keluaran (SBK).
Jumat (24/7/2026), tim yang terdiri atas Dr. Akbar, M.Th.I., Dr. Darlis, Lc.,
M.S.I., Jusmiati, S.Psi., M.Psi., dan Rahmat Anugrah, S.Pd.I. disambut hangat
oleh Kepala MAN 2 Yogyakarta, jajaran guru, Tim Ekoteologi, serta para siswa.
Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mengkaji secara langsung penerapan
nilai-nilai ekoteologi yang telah terintegrasi dalam budaya dan aktivitas warga
madrasah.
Kegiatan penelitian berlangsung bertepatan dengan agenda Jumat Bersih dan
Proyek Pembuatan Vertikal Garden Tahap I sehingga rombongan dapat menyaksikan
praktik nyata kepedulian lingkungan yang dilakukan seluruh warga madrasah. Tim
peneliti mengamati bagaimana nilai-nilai keagamaan dipadukan dengan aksi
pelestarian lingkungan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan guru, pegawai,
dan peserta didik secara aktif. Suasana tersebut menunjukkan bahwa ekoteologi
di MAN 2 Yogyakarta tidak hanya menjadi konsep pembelajaran, tetapi telah
berkembang menjadi budaya yang hidup dalam keseharian.
Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., berharap kunjungan
penelitian ini semakin mempererat kolaborasi antarlembaga pendidikan sekaligus
menjadi inspirasi dalam pengembangan pendidikan berbasis ekoteologi di berbagai
daerah. ”Sinergi antara dunia akademik dan madrasah akan memperkaya inovasi
pendidikan yang berpihak pada kelestarian lingkungan dan pembentukan karakter
peserta didik. Kunjungan ini semakin menegaskan komitmen MAN 2 Yogyakarta
sebagai madrasah yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga
konsisten membangun karakter peduli lingkungan melalui implementasi ekoteologi
secara nyata, inovatif, dan berkelanjutan.”ungkapnya.
Dalam sesi diskusi, Tim Peneliti berdialog bersama Tim Ekoteologi dan Kader
Adiwiyata APeL Mandaya mengenai berbagai program lingkungan yang telah
dijalankan secara berkelanjutan. Perhatian khusus diberikan kepada Bank Sampah
APeL Mandaya yang mengelola proses pemilahan, penimbangan, administrasi, hingga
pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi dengan melibatkan seluruh
unsur madrasah. Program ini juga diperkuat melalui kemitraan bersama orang tua
siswa, masyarakat sekitar, Bank Sampah Induk Kota Yogyakarta, dan Jamaah
Jelantah sehingga pengelolaan sampah berkembang menjadi gerakan kolaboratif
yang memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.
Rombongan kemudian mengunjungi berbagai sarana edukasi lingkungan seperti
komposter, Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber), kebun Tanaman Obat Keluarga
(TOGA), serta kebun sayuran yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran
kontekstual bagi peserta didik. Ketua tim peneliti, Dr. Akbar, M.Th.I.,
menyampaikan apresiasi atas budaya peduli lingkungan yang telah tumbuh kuat di
MAN 2 Yogyakarta. "Sebagai khalifah fil ardh, sekolah ini telah berupaya
membentuk generasi muda yang peduli terhadap lingkungan. Luar biasa. Mahasiswa
saya nanti bisa belajar langsung dari sini. Saya banyak belajar dari sekolah
ini. Terima kasih," ungkapnya.(dry)