Jejak Seperempat Abad Terpatri: Pertemuan Guru dan Alumni Perintis Bahasa MAN 2 Yogyakarta Jadi Simfoni Regenerasi Pendidik

Foto Rahmat Bekti Nugroho, alumni MAN 2 Yogyakarta

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Pertemuan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris di MAN 1 Gunungkidul menghadirkan kisah yang sarat inspirasi dan sarat akan makna. Selasa (28/7/2026), momen tersebut mempertemukan Bapak Muhammad Hidayat, guru senior Bahasa Inggris MAN 2 Yogyakarta, dengan Rahmat Bekti Nugroho, alumni MAN 2 Yogyakarta yang kini mengabdi sebagai Guru Bahasa Inggris ASN di MAN 1 Gunungkidul. Pertemuan hangat itu menjadi potret indah perjalanan pendidikan yang mampu menghubungkan masa lalu dengan masa depan melalui dedikasi yang terus berlanjut.

Kebersamaan keduanya terasa semakin istimewa karena Rahmat Bekti Nugroho merupakan siswa angkatan pertama Jurusan Bahasa MAN 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2001/2002. Pada masa itu, Bapak Muhammad Hidayat tidak hanya menjadi guru Bahasa Inggris, tetapi juga dipercaya sebagai wali kelas yang mendampingi perjalanan akademik Rahmat sejak awal. Setelah lebih dari dua dekade berlalu, guru dan murid kembali bertemu sebagai sesama pendidik yang sama-sama mengemban amanah mencerdaskan generasi bangsa.

Lahirnya Jurusan Bahasa MAN 2 Yogyakarta tidak lepas dari peran besar Bapak Muhammad Hidayat bersama Ibu Anita Isdarmini, guru Bahasa Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Katim Kurikulum dan Kesiswaan Kanwil Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta. Keduanya menjadi perintis pembukaan jurusan tersebut dengan dukungan penuh dari Kepala Madrasah dan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum pada masa itu. Upaya tersebut menjadi tonggak penting yang membuka ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kompetensi bahasa sekaligus memperluas peluang berkiprah di berbagai bidang.

Tahun 2026 menjadi momentum bersejarah karena Jurusan Bahasa MAN 2 Yogyakarta genap berusia 25 tahun. Perjalanan Rahmat Bekti Nugroho dari murid angkatan pertama hingga menjadi guru Bahasa Inggris merupakan bukti nyata bahwa benih pendidikan yang ditanam dengan kesungguhan akan tumbuh menjadi pengabdian yang memberi manfaat bagi masyarakat. Kisah ini sekaligus menjadi inspirasi bahwa keberhasilan seorang guru tidak hanya terlihat dari prestasi peserta didik, tetapi juga dari lahirnya generasi penerus yang melanjutkan estafet pengabdian di dunia pendidikan.(roy)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp