Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Kajian keputrian di MAN 2 Yogyakarta merupakan program rutin harian yang secara khusus ditujukan bagi siswi yang sedang datang bulan. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk pembinaan keagamaan, sehingga meskipun tidak mengikuti jamaah shalat dzuhur, waktu para siswi tetap terisi dengan kegiatan yang bermanfaat dan bernilai edukatif.
Pada Selasa, 7 April 2026, kegiatan kajian keputrian dilaksanakan di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta mulai pukul 11.45 hingga 12.05 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik kelas X dengan mengangkat tema “Mengqadha Puasa Ramadhan”. Pada hari tersebut, kajian disampaikan oleh Nafiatur Rasyidah selaku guru Bahasa Arab MAN 2 Yogyakarta. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan mudah dipahami, sehingga peserta dapat mengikuti kajian dengan baik.
Semua peserta antusias dan aktif mengikuti penjelasan materi. Tema yang diangkat dinilai sangat relevan, mengingat momen pelaksanaan kegiatan yang masih dalam suasana pasca Ramadhan. Materi mengenai tata cara mengqadha puasa memberikan pemahaman praktis yang dapat langsung diterapkan oleh para siswi dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu pembahasan yang disorot dalam kajian ini adalah mengenai prosedur mengqadha puasa Ramadhan apabila belum selesai hingga datang Ramadhan berikutnya. Pemateri menjelaskan bahwa datangnya Ramadhan selanjutnya tidak membuat jumlah hutang puasa menjadi berlipat ganda sebagaimana pemahaman yang banyak beredar di masyarakat. Jumlah hutang puasa tetap sama. Namun, apabila pembayaran hutang puasa tersebut tertunda hingga memasuki Ramadhan berikutnya, maka terdapat kemungkinan jumlah tanggungan puasa akan bertambah karena adanya hutang puasa baru di Ramadhan yang sedang dijalani.
Selain menambah wawasan keagamaan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan karakter religius serta meningkatkan kesadaran siswa terhadap kewajiban dalam beribadah. Pihak madrasah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara konsisten untuk memperkuat pemahaman dan praktik keagamaan peserta didik. (ros)
Berikan Komentar