Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) - Siswa
MAN 2 Yogyakarta mengikuti Praktek Kerja Industri, 1 s.d 18 November 2024 di
TVRI Yogyakarta. di Jalan Raya Magelang KM. 4,5 , Sleman, Daerah Istimewa
Yogyakarta. Praktek Kerja Industri ini bertujuan untuk memberikan pengalaman
kerja langsung (real) untuk menanamkan (internalize) iklim kerja positif yang
berorientasi pada peduli mutu proses dan hasil kerja.
Prakerin
akan menanamkan etos kerja yang tinggi bagi peserta didik untuk memasuki dunia
kerja menghadapi tuntutan pasar kerja global. Selain itu siswa akan memiliki hal-hal yang belum dipenuhi di madrasah agar mencapai kebutuhan standar kompetensi lulusan. Prakerin
untuk Mengaktualisasikan penyelenggaraan Prakerin antara MAN 2 Yogyakarta dan
Institusi Pasangan (DUDI).
Kepala MAN 2 Yogyakarta Singgih Sampurno, S.Pd. M.A. dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pihak TVRI Yogyakarta yang telah memberikan kesempatan kepada siswa MAN 2 Yogyakarta untuk menambah wawan dan ketrampilan di bidang Broadcasting,
Singgih
Sampurno berpesan, “tetap semangat ananda semua. terus menjaga citra diri
sebagai siswa madrasah. Kompetensi Broadcasting di MAN 2 Yogyakarta akan terus
dikembangkan sehingga akan tercapai kompetensi lulusan yang unggul. MAN 2
Yogyakarta berjanji akan memberikan beasiswa bagi siswa berprestasi untuk
melakukan magang broadcasting di Metro TV Jakarta.”
Pihak
TVRI Yogyakarta yang di wakili Kepala Departemen SDM Nugroho, SE memberikan
pengarahan tentang manfaat kerja yang
profesional, menjaga jejaring dan menguasai public speaking. Selama pelaksanaan
Praktek kerja industri siswa akan dipantau dan dibimbing oleh Fajar Basuki Rahmat, S.Ag. sebagai Wakaur
Bidang Kurikulum, Sarjilah, S.Pd, Citra Sari, S.PT., M.Pd, Rahmat Wisnu
Pamungkas, S.PT dan Suryono, S.Pd., M.Pd. sebagai pembimbing Broadcasting.
Praktek
Kerja Industri (Prakerin) memiliki peranan penting bagi siswa, terutama dalam
mengembangkan kemampuan dan kesiapan mereka untuk terjun ke dunia kerja. Dengan
menjalani Prakerin, siswa mendapatkan pengalaman yang tidak bisa diajarkan
sepenuhnya di kelas, menjadikannya sebagai salah satu tahapan penting dalam
pendidikan mereka. (pusp)