Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Kepedulian dan tanggung jawab madrasah terhadap peserta didik kembali ditunjukkan MAN 2 Yogyakarta melalui penyerahan seragam baru kepada santri boarding, sebagai bentuk perhatian pasca musibah kebakaran yang sempat menimpa sebagian asrama putri beberapa waktu lalu. Penyerahan seragam dilakukan langsung oleh Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., dalam suasana hangat dan penuh empati.
Kegiatan
ini menjadi bagian dari langkah pemulihan pascakejadian kebakaran yang
mengakibatkan dua kamar asrama putri terdampak dan menyebabkan sebagian
perlengkapan pribadi santri, termasuk seragam, tidak dapat digunakan. Meski
tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut menjadi ujian yang menuntut
kehadiran nyata madrasah dalam memastikan rasa aman dan kenyamanan santri tetap
terjaga.
Dalam
penyerahan seragam baru tersebut, Hartiningsih menegaskan bahwa setiap santri
boarding adalah bagian dari keluarga besar MAN 2 Yogyakarta yang harus
dilindungi dan diperhatikan, terutama dalam situasi sulit.
“Seragam
ini bukan sekadar pengganti pakaian yang terdampak kebakaran, tetapi simbol
kepedulian dan komitmen madrasah untuk selalu hadir mendampingi santri. Kami
ingin anak-anak tetap semangat, merasa diperhatikan, dan nyaman dalam menjalani
proses pendidikan,” ujar Hartiningsih.
Ia
juga menambahkan bahwa musibah merupakan bagian dari perjalanan hidup yang
harus dihadapi dengan kesabaran dan kebersamaan. Madrasah berupaya memastikan
seluruh hak santri tetap terpenuhi, mulai dari keberlangsungan pembelajaran
hingga kebutuhan dasar selama masa pemulihan asrama.
Penyerahan
seragam baru ini menjadi salah satu wujud konkret kepedulian pascakejadian,
selain langkah-langkah pengamanan, rehabilitasi fasilitas boarding, serta
penataan sementara hunian santri agar tetap layak dan nyaman. Selama proses
pemulihan, kegiatan belajar mengajar di MAN 2 Yogyakarta dipastikan tetap
berjalan normal tanpa gangguan.
Para
santri boarding menyambut penyerahan seragam tersebut dengan rasa syukur dan
haru. Dukungan moril dari pimpinan madrasah dinilai memberikan kekuatan
tersendiri untuk bangkit dan kembali fokus menuntut ilmu.
Melalui
kegiatan ini, MAN 2 Yogyakarta kembali menegaskan jati dirinya sebagai madrasah
yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik dan nonakademik, tetapi juga
kuat dalam nilai kemanusiaan, kepedulian, dan pendidikan karakter. Kepedulian
pasca musibah ini menjadi pesan kuat bahwa madrasah hadir bukan hanya sebagai
institusi pendidikan, melainkan sebagai rumah yang melindungi dan menumbuhkan
harapan. (pusp)
Berikan Komentar