Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta)
- Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi Madrasah Aliyah (MA) Daerah
Istimewa Yogyakarta menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang inovatif
bertajuk "Optimalisasi Penggunaan Kalkulator Saintifik dalam
Pembelajaran Biologi". Kegiatan yang bernuansa akademis dan penuh semangat
ini diselenggarakan pada Kamis, 25 Juni 2026, bertempat di Aula Kantor Wilayah
Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta.
Acara strategis ini dihadiri
oleh puluhan guru Biologi Madrasah Aliyah se-DIY, serta instruktur ahli. Kerja
sama ini bertujuan utama untuk mengikis paradigma lama bahwa biologi adalah
ilmu yang sebatas hafalan teks, sekaligus menjawab tantangan Kurikulum Merdeka
yang menekankan penguatan literasi numerasi secara mendalam (deep learning) di
lingkungan madrasah.
Ketua MGMP Biologi MA DIY
dalam sambutannya menegaskan pentingnya guru sains untuk bersikap adaptif,
objektif, dan inovatif dalam memanfaatkan sarana teknologi pembelajaran kelas
guna mendukung pencapaian berpikir tingkat tinggi atau Higher Order
Thinking Skills (HOTS) siswa.
Selama bimtek berlangsung, para peserta dipandu
secara interaktif untuk mempraktikkan pengolahan data riil menggunakan
kalkulator saintifik. Fokus utama pelatihan diarahkan pada skenario
pembelajaran kontekstual dan pembuatan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang
ramah anak berbasis riset mandiri. Beberapa studi kasus biologi yang
disimulasikan menggunakan kalkulator saintifik meliputi:
• Analisis
Konseptual Respirasi Sel dan Termoregulasi: Mengukur hubungan antara
perubahan suhu lingkungan terhadap laju metabolisme makhluk hidup, serta
menghitung efisiensi produksi ATP secara matematis.
• Perhitungan
Energi Metabolisme Saat Berolahraga: Menghitung pengeluaran kalori, laju
konsumsi oksigen (VO2 Max), dan kuosien respirasi (QR) berdasarkan aktivitas
fisik individu yang bervariasi.
• Aplikasi Genetika
Populasi: Menyelesaikan persamaan Hukum Hardy-Weinberg secara cepat untuk
mendeteksi frekuensi alel dan genotipe dalam suatu populasi organisme guna
memahami mekanisme evolusi.
Melalui simulasi tersebut, kalkulator saintifik terbukti dapat memangkas waktu pengerjaan hitungan yang rumit. Dengan demikian, alokasi waktu pembelajaran di kelas dapat dialihkan sepenuhnya untuk aktivitas diskusi kritis, interpretasi grafik, dan penguatan pemahaman konsep sains yang mendasar.
Kegiatan bimbingan teknis ini
ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta yang tampak bangga menunjukkan
kalkulator saintifik sebagai simbol kesiapan madrasah dalam menyongsong
transformasi pendidikan sains yang modern dan berintegritas tinggi. (Eni Rohaeni)
Berikan Komentar