Konsolidasi, MAN 2 Yogyakarta Gandeng Satgaswil DIY dalam Sosialisasi IRET

Foto bersama siswa MAN 2 Yogyakarta dengan Satgaswil DIY

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta)  – MAN 2 Yogyakarta mengadakan kegiatan strategis dalam rangka memperkuat kesadaran dan penanggulangan paham-paham intoleransi, radikalisme, serta terorisme di lingkungan pendidikan. Selasa (22/10/2024), pihak madrasah menggandeng Satgaswil DIY untuk mengadakan sosialisasi bertajuk "Sosialisasi IRET (Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme)" yang dihadiri oleh siswa dan guru MAN 2 Yogyakarta. Acara tersebut berlokasi di Masjid Miftahul Huda pada pukul 08.30 WIB – selesai.

Wakil Kepala Bidang Kurkulum MAN 2 Yogyakarta, Fajar Basuki, S.Ag., menyampaikan dalam sambutannya bahwa pihak sekolah menyadari pentingnya menjaga generasi muda dari pengaruh negatif yang merusak kesatuan bangsa. "Sebagai lembaga pendidikan, kita memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga siswa dari paparan ideologi yang dapat memecah belah persatuan. Oleh karena itu, kami sangat menyambut baik inisiatif Satgaswil DIY dalam membantu kami mengedukasi siswa tentang bahaya intoleransi, radikalisme, dan terorisme," ujarnya.

Sebagai unit khusus yang berfokus pada pencegahan dan panggulangan ancaman radikalisme dan terorisme di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Satgaswil DIY memiliki pengalaman dan keahlian dalam memberikan edukasi serta strategi pencegahan terhadap pengaruh-pengaruh tersebut. Tim Satgaswil DIY, Bayu Antasena, yang hadir sebagai pembicara utama, menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dengan pihak berwenang dalam mencegah penyebaran ideologi yang membahayakan generasi muda.

"Generasi muda adalah sasaran empuk bagi kelompok-kelompok radikal yang berusaha menanamkan doktrin-doktrin intoleransi dan kekerasan. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi langkah proaktif dari MAN 2 Yogyakarta dalam mengadakan kegiatan ini. Kerja sama antara madrasah dan aparat penegak hukum sangat penting dalam membangun benteng yang kuat untuk melawan radikalisme dan terorisme," jelasnya.

Antusiasme siswa terlihat jelas sepanjang kegiatan. Mereka terlibat aktif dalam sesi tanya jawab, dimana beberapa siswa menanyakan cara membedakan informasi yang valid dengan propaganda yang disebarkan oleh kelompok-kelompok radikal di media sosial. Dengan konsolidasi antara MAN 2 Yogyakarta dengan Satgaswil DIY menjadi contoh konkret dari upaya sinergi antara lembaga pendidikan dan aparat keamanan dalam mencegah berkembangnya paham-paham yang merusak.(cio)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp