Yogyakarta
(MAN 2 Yogyakarta) – MAN 2 Yogyakarta meneguhkan komitmen untuk menghadirkan
layanan pendidikan yang unggul melalui penandatanganan kontrak prestasi pada
Rapat Kerja Tahun Pelajaran 2026/2027 di Merapi Glamping, Kaliurang, Sleman,
Senin (29/6/2026). Penandatanganan dilakukan secara simbolis oleh perwakilan
unsur guru dan tenaga kependidikan, yakni Dra. Khusnul Daroyah, Retno
Wulandari, S.Si., Royanah, S.Pd., Indra Ristanta, M.Hum., serta Eva Fadilah,
S.E., M.Acc.
Prosesi
penandatanganan disaksikan oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor
Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Sidik Pramono, S.Ag.,
M.Si., Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, H. Ahmad Shidqi,
S.Psi., M.Eng., Pengawas Madrasah Aliyah Kantor Kementerian Agama Kota
Yogyakarta, Evi Efrisanti, S.TP., Ketua Komite MAN 2 Yogyakarta, Nur Abadi,
M.A., Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., serta didampingi
Kepala Tata Usaha MAN 2 Yogyakarta, Susana Widyawati, S.Pd., M.Pd. Kehadiran
para pemangku kepentingan tersebut menjadi simbol sinergi antara pemerintah,
madrasah, dan masyarakat dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang
berkualitas.
Penandatanganan
kontrak prestasi menjadi salah satu agenda strategis dalam rapat kerja bertema
"Satukan Hati, Teguhkan Tekad, Wujudkan Madrasah Maju, Bermutu,
Mendunia." Melalui kontrak prestasi, setiap unsur pimpinan, guru, dan
tenaga kependidikan meneguhkan komitmen untuk melaksanakan program kerja secara
profesional, terukur, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan
pendidikan.
Kontrak
prestasi merupakan instrumen manajemen kinerja yang menetapkan target,
indikator keberhasilan, serta bentuk pertanggungjawaban setiap unit kerja.
Penerapan sistem ini menjadi bagian dari penguatan budaya mutu dan
akuntabilitas kinerja yang terus didorong di lingkungan Kementerian Agama agar
setiap program tidak berhenti pada perencanaan, tetapi menghasilkan capaian
nyata yang dapat dievaluasi secara objektif.
Dalam
sambutannya, Sidik Pramono, S.Ag., M.Si. menegaskan bahwa budaya kerja berbasis
kinerja merupakan fondasi penting dalam membangun madrasah yang unggul dan
adaptif terhadap perkembangan zaman.
"Kontrak
prestasi bukan sekadar dokumen administratif, tetapi merupakan komitmen bersama
untuk memberikan hasil terbaik bagi peserta didik, masyarakat, dan kemajuan
madrasah. Seluruh program harus berorientasi pada mutu, inovasi, dan pelayanan
yang semakin baik," ujarnya.
Kepala
MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa penandatanganan
kontrak prestasi merupakan ikrar moral seluruh guru dan tenaga kependidikan
untuk bekerja secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada
pencapaian hasil.
"Kontrak
prestasi adalah janji bersama untuk terus meningkatkan kualitas madrasah. Saya
berharap seluruh guru dan tenaga kependidikan menjadikan komitmen ini sebagai
motivasi untuk terus berkarya, berinovasi, serta menghadirkan layanan
pendidikan yang semakin berkualitas. Keberhasilan MAN 2 Yogyakarta lahir dari
kekompakan, semangat melayani, dan tanggung jawab seluruh keluarga besar
madrasah," tutur Hartiningsih.
Ia
berharap budaya kerja yang mengedepankan disiplin, akuntabilitas, kolaborasi,
dan evaluasi berkelanjutan semakin mengakar di lingkungan MAN 2 Yogyakarta.
Dengan semangat "Satukan Hati, Teguhkan Tekad, Wujudkan Madrasah Maju,
Bermutu, Mendunia," seluruh target yang telah disepakati dapat diwujudkan
melalui prestasi akademik maupun nonakademik, peningkatan kualitas layanan,
serta penguatan kepercayaan masyarakat terhadap MAN 2 Yogyakarta.
Sementara
itu, Kepala Tata Usaha MAN 2 Yogyakarta, Susana Widyawati, S.Pd., M.Pd.,
menambahkan bahwa tertib administrasi, pengelolaan sumber daya yang efektif,
dan sinergi antarseluruh unit kerja menjadi faktor penting dalam mendukung
keberhasilan pelaksanaan kontrak prestasi.
Prosesi
penandatanganan yang diwakili oleh Dra. Khusnul Daroyah, Retno Wulandari,
S.Si., Royanah, S.Pd., Indra Ristanta, M.Hum., dan Eva Fadilah, S.E., M.Acc.
menjadi simbol bahwa keberhasilan madrasah merupakan tanggung jawab bersama
seluruh unsur organisasi. Dengan dukungan Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY,
Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, pengawas madrasah, komite, serta
seluruh warga madrasah, MAN 2 Yogyakarta optimistis mampu mewujudkan budaya
kerja yang profesional, akuntabel, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan
prima demi terwujudnya madrasah yang maju, bermutu, dan mendunia. (pusp)
Berikan Komentar