Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Semangat kepanduan yang diwariskan oleh Sri Sultan Hamengkubuwana IX kembali bergelora di lingkungan MAN 2 Yogyakarta. Sebagai pangkalan yang menaungi Gugus Depan 006.005 dan 006.006, MAN 2 Yogyakarta sukses menyelenggarakan kegiatan pengukuhan bagi para calon Penegak Bantara menjadi Penegak Bantara resmi. Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam membentuk insan yang berguna bagi masyarakat, tanpa memandang sekat perbedaan, sebagaimana filosofi dasar yang diajarkan oleh Bapak Pramuka Indonesia.
Sebanyak 54 personil calon Penegak Bantara, yang terdiri dari 14 putra dan 40 putri, mengikuti rangkaian prosesi pengukuhan dengan khidmat. Untuk mencapai tingkatan Bantara, para peserta telah melewati berbagai ujian fisik, mental, dan spiritual yang menguji kedisiplinan serta ketangguhan mereka.
Tahun ini, penyelenggara mengusung tema yang sarat makna "Menjadi Pribadi yang Tangguh Berlandaskan Dasa Dharma" Tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan sebuah visi agar para anggota Pramuka MAN 2 Yogyakarta mampu mengimplementasikan sepuluh pilar Dasa Dharma dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan, setelah pengukuhan ini, para Penegak Bantara memiliki; Kedisiplinan tinggi dalam menjalankan kewajiban sebagai siswa dan warga negara.
Jiwa pengabdian yang tulus untuk membantu sesama di mana pun berada. Karakter kuat yang tidak mudah goyah oleh perkembangan zaman. Kegiatan pengukuhan ini juga menjadi momen refleksi bagi seluruh anggota untuk meneladani jejak para pendiri Pramuka, baik di tingkat dunia maupun Nusantara.
Menjadi Pramuka di tanah Yogyakarta memiliki kebanggaan tersendiri, mengingat peran vital Raja Yogyakarta dalam meletakkan fondasi kepramukaan di Indonesia.
Dengan dilantiknya 54 Penegak Bantara baru ini, Gudep MAN 2 Yogyakarta optimis dapat terus melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki empati sosial yang tinggi dan tangguh menghadapi tantangan masa depan. (Dhe Narko).
Berikan Komentar