Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) saat MAN 2 Yogyakarta (MandaYa) mengukuhkan 188 peserta didik dalam kegiatan Apresiasi Tahfidz Al-Qur’an pada Jumat (09/01/2026). Kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremoni akademik, tetapi menjelma sebagai perayaan spiritual atas ketekunan, kedisiplinan, dan kesungguhan generasi muda dalam menjaga wahyu Ilahi, sekaligus wujud nyata sinergi lintas lembaga pendidikan di Yogyakarta.
Dalam
sambutannya, Hartiningsih, S.Pd, M.Pd, Kepala MAN 2 Yogyakarta menegaskan bahwa
capaian para peserta didik tersebut lahir dari proses seleksi yang ketat dan
berkesinambungan. Tahfidz Al-Qur’an, menurutnya, bukanlah pencapaian sesaat,
melainkan amanah besar yang harus dijaga sepanjang hayat. Di tengah padatnya
tuntutan kurikulum akademik, para penghafal Al-Qur’an dituntut untuk senantiasa
meluruskan niat dan menjaga konsistensi dalam bermuroja’ah.
Ia
menekankan bahwa Al-Qur’an harus menjadi cahaya hidup sekaligus penuntun
akhlak. Hafalan yang terpatri di dada hendaknya tercermin dalam perilaku
sehari-hari melalui akhlakul karimah. Kepala madrasah juga mendorong para siswa
untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas hafalan, seraya menargetkan
capaian yang lebih tinggi pada tahun-tahun mendatang.
Nuansa
sinergi pendidikan semakin terasa dengan kehadiran Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman,
M.P., yang menyampaikan sambutan inspiratif. Ia berbagi kisah perjalanan
hidupnya sebagai anak petani dari orang tua yang tidak mengenal bangku
pendidikan, namun memiliki mimpi besar bagi masa depan anak-anaknya. Dari latar
belakang sederhana itulah tumbuh keyakinan bahwa keteguhan, doa, dan kerja
keras mampu mengubah nasib seseorang.
Sebagai
bentuk komitmen nyata terhadap para penghafal Al-Qur’an, UPY membuka peluang
beasiswa khusus bagi siswa tahfidz MAN 2 Yogyakarta dengan kuota 20 penerima.
Tak hanya itu, UPY juga menawarkan program beasiswa luar negeri yang
memungkinkan mahasiswa menempuh pendidikan satu tahun di UPY dan dua tahun di
kawasan Asia Tenggara tanpa biaya. Rektor UPY turut mengajak para hafidz di
kampusnya untuk secara berkala berkumpul dan mendoakan keberkahan bagi seluruh
civitas akademika.
Dukungan
terhadap program tahfidz MAN 2 Yogyakarta juga disampaikan oleh Kantor Wilayah
Kementerian Agama DIY. Mewakili Kakanwil Kemenag DIY, Anita Isdarmini, S.Pd.,
M.Hum., mengapresiasi konsistensi madrasah yang sejak 2006 menjadikan tahfidz
Al-Qur’an sebagai program mandatori unggulan. Ia menegaskan bahwa menjadi
hafidz bukan hanya sebuah kebanggaan, tetapi jalan untuk semakin dekat dengan
Allah SWT.
Menurutnya,
secara ilmiah terdapat korelasi kuat antara kemampuan menghafal Al-Qur’an dan
kecerdasan peserta didik. Para penghafal Al-Qur’an umumnya memiliki tingkat
fokus dan daya konsentrasi yang lebih baik, sehingga berdampak positif pada
capaian akademik di bidang lainnya.
Momen
paling emosional terjadi saat perwakilan orang tua siswa, Akhmad Farid,
S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan ungkapan syukur dan haru. Ia menegaskan bahwa
pencapaian anak-anak mereka tidak dapat dinilai dengan materi apa pun.
Al-Qur’an, menurutnya, bukan sekadar hafalan, melainkan nafas kehidupan yang
akan menjadi bekal utama dalam menjalani peran sebagai pemimpin masa depan.
Ia
berharap sinergi antara madrasah, guru, dan orang tua terus terjaga agar para
hafidz tumbuh menjadi pribadi yang amanah, berkarakter kuat, serta mampu
mengabdikan diri bagi agama, bangsa, dan negara.
Kegiatan Apresiasi Tahfidz Al-Qur’an ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, H. Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng. Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, serta Dr. Septian Aji Permana, M.Pd. selaku Wakil Rektor III UPY. Hadir pula para pengasuh PPTQ, K.H. Muhammad Abdul Faqih dan K.H. Sholehudin Mansyur, S.Ag., Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, Elfa Tsuroyya, S.Ag, M.Pd, M.Pd,I., Pengawas MA Kemenag Kota Yogyakarta, Evi Efrisanti, S.TP., serta jajaran Komite MAN 2 Yogyakarta yang dipimpin Drs. Nur Abadi, M.A.
Bersamaan
pada perhelatan spiritual akbar ini disampaikan pengajian oleh K.H. Muhammad
Abdul Faqih, Pengasuh PPTQ Roudlotul Huffadz Lopait Tuntang Semarang. K.H. Muhammad
Abdul Faqih menyampaikan Seorang Hafidz atau Penghafal Al-Quran 30 juz bisa
menyelamatkan 10 anggota keluarganya dari siksaan api neraka di akhirat kelak.
Al-Quran
sebagai mukjizat Rasulullah SAW merupakan satu dari dua bekal yang diberikan
nabi kepada umatnya. “Setelah Rasul, Al-Quran yang akan menjadi syafaat kita di
akhirat. Bukan cuma di akhirat, juga menjadi penjaga di alam kubur.”
Jika
di suatu negeri ada anak yang mampu menghapal 30 juz Al-Quran, maka negeri itu
akan diberkahi oleh Allah SWT, seperti halnya Mekkah, Madinah dan Palestina,” pungkasnya.
Melalui kegiatan apresiasi kepada 188 santri penghafal Al Quran sampai 22 juz dari 30 ini, MAN 2 Yogyakarta kembali menegaskan jati dirinya sebagai madrasah yang tidak hanya unggul dalam prestasi intelektual, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai spiritual. Dari rahim madrasah inilah lahir generasi Qur’ani yang dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan, cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan kuat dalam kesalehan spiritual. (pusp)
Berikan Komentar