Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) -- Peringatan Hari Santri Nasional senantiasa diwarnai dengan kegiatan membaca Al-Qur’an hingga khatam atau yang dikenal dengan istilah muqoddaman. Kamis, (22/10/2026) tradisi ini dilaksanakan oleh para santri di berbagai penjuru Indonesia sebagai bentuk kecintaan terhadap kitab suci umat Islam. Ribuan hingga puluhan ribu kali lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dari pesantren, masjid, hingga berbagai lembaga pendidikan Islam, menghadirkan suasana religius sekaligus memperkuat semangat kebersamaan umat.
Tradisi
membaca Al-Qur’an dalam rangkaian Hari Santri bukan sekadar kegiatan
seremonial, melainkan wujud nyata komitmen umat Islam untuk senantiasa membaca,
mempelajari, dan mengamalkan kalam Ilahi dalam kehidupan sehari-hari. Al-Qur’an
menjadi pedoman hidup yang mengajarkan nilai-nilai kebaikan, kedamaian,
kepedulian, dan tanggung jawab. Melalui kegiatan muqoddaman, para santri juga
memanjatkan doa kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia senantiasa memperoleh
perlindungan, dijauhkan dari berbagai marabahaya, serta diberi kekuatan dalam
menghadapi beragam ujian, termasuk ancaman kekeringan dan bencana kebakaran
hutan serta lahan (karhutla).
Semangat
mencintai Al-Qur’an diharapkan terus tumbuh dalam diri setiap santri dan
seluruh masyarakat Muslim Indonesia. Kecintaan tersebut hendaknya tidak
berhenti pada lantunan ayat suci, tetapi juga diwujudkan melalui pengamalan
ajarannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Semoga
dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, bangsa Indonesia senantiasa
berada dalam lindungan dan kasih sayang Allah SWT, dianugerahi kedamaian,
keselamatan, serta keberkahan bagi seluruh rakyatnya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.(soir)