Literasi Baca Balik Cerita di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta Naura Husna Ungkap Perjuangan Hidup dalam Novel Bu, Tidak Ada Teman Menangis Malam Ini

Review Bersama di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Kegiatan literasi Baca, Balik, Cerita kembali digelar di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta. Kali ini, Naura Husna Latifa, siswi kelas XI G, membagikan pengalaman dan refleksinya setelah membaca novel Bu, Tidak Ada Teman Menangis Malam Ini karya Boy Candra.

Kegiatan review buku tersebut dilaksanakan pada Jumat (21/08/2026) pukul 15.30 WIB di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta. Naura meriview buku bersama Pustakawan Nuryanti, A.Md serta mahasiswa PK (Praktek Kependidikan) UNY yaitu Finanda Restu Anargya Arkan dari Pendidikan Ekonomi dan Ainia Putri Amalia dari Pendidikan Kimia.

Dalam review-nya, Naura menceritakan isi buku dengan bahasa yang menyentuh. Ia mengangkat kisah Bendung yang harus bertahan hidup seorang diri dan tidak memiliki siapa-siapa di dunia. Meski menghadapi kehidupan yang berat, Bendung tetap berusaha menjalani hidup dengan semangat.

“Selama membaca buku ini saya merasa sedih karena melihat perjuangan Bendung yang harus bertahan hidup sekuat tenaga. Dari kisahnya, saya belajar bahwa kita harus menerima takdir dan tetap menjalani hidup dengan penuh semangat dan harapan,” ungkap Naura.

Pustakawan Nuryanti, A.Md., mengapresiasi kemampuan Naura dalam menangkap pesan mendalam dari buku yang dibacanya.

“Naura tidak hanya menceritakan kembali isi buku, tetapi juga mampu mengambil nilai kehidupan dari perjalanan tokohnya. Inilah yang kami harapkan melalui program ‘Baca, Balik, Cerita’, yaitu siswa tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi mampu merefleksikan dan menyampaikan kembali apa yang diperolehnya dari sebuah buku,” tutur Nuryanti.

Finanda Restu Anargya Arkan juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan review buku dapat menjadi ruang bagi siswa untuk melatih keberanian berbicara sekaligus memperkaya cara pandang melalui bacaan.

“Menurut saya, kegiatan seperti ini sangat positif karena siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pemikirannya setelah membaca. Dari satu buku, kita bisa mendapatkan banyak sudut pandang dan pelajaran kehidupan,” kata Finanda.

Sementara itu, Ainia Putri Amalia menyampaikan bahwa membaca buku bukan hanya tentang memahami cerita, tetapi juga menemukan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Cerita yang disampaikan Naura menunjukkan bahwa sebuah buku bisa mengajarkan kita untuk tetap memiliki harapan meskipun sedang menghadapi keadaan yang sulit,” ujar Ainia.

Melalui program Literasi Baca, Balik, Cerita Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta terus mendorong budaya membaca yang aktif dan bermakna. Setiap buku yang dibaca tidak hanya dikembalikan ke rak, tetapi juga “dikembalikan” dengan sebuah cerita, pengalaman, dan pesan yang dapat dibagikan kepada orang lain. (nur)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp