Madrasah Representatif dan Profesional, Kepala MAN 2 Yogyakarta Keluarkan Arahan Strategis

Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd, M.Pd

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Menyongsong Lomba Kebersihan Sekolah Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Yogyakarta dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan arahan resmi kepada seluruh Bapak/Ibu guru dan pegawai pada Jumat (23/01/2026) di ruang guru. Arahan ini menjadi penegasan komitmen madrasah untuk membangun budaya bersih, rapi, dan tertib sebagai bagian dari budaya mutu yang berkelanjutan.

Dalam arahannya, Hartiningsih menekankan bahwa tahapan lomba yang dimulai pada 26 Januari 2026 bukan sekadar ajang penilaian kebersihan fisik, melainkan momentum membangun kesadaran kolektif. “Kebersihan adalah cermin kedisiplinan dan profesionalitas. Lingkungan kerja yang rapi akan melahirkan pikiran yang jernih dan kinerja yang optimal,” pesan Hartiningsih kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan.

Arahan tersebut memuat langkah-langkah praktis yang mudah diterapkan namun berdampak besar. Setiap guru dan pegawai diminta membersihkan dan menata meja kerja, memastikan dokumen serta barang tidak menumpuk. Dokumen yang masih digunakan diharapkan disimpan pada laci atau tempat penyimpanan tertutup, sementara dokumen yang sudah tidak relevan dipilah untuk dibuang atau disimpan di rumah. Penataan laci, rak, dan almari juga menjadi perhatian, termasuk kebiasaan sederhana seperti menata makanan agar tidak berserakan di meja atau laci.

Lebih dari sekadar instruksi teknis, arahan Kepala Madrasah ini mengandung pesan keteladanan. Ketika pimpinan mengajak dengan bahasa yang jelas dan penuh tanggung jawab, budaya kerja yang tertib tumbuh dari kesadaran, bukan paksaan. Penataan ruang kerja menjadi praktik nyata pendidikan karakter bagi seluruh warga madrasah, disiplin, tanggung jawab, dan rasa memiliki terhadap lingkungan.

Hartiningsih menutup arahannya dengan ajakan kolaboratif dan apresiasi. Partisipasi aktif seluruh guru dan pegawai dinilai sebagai kunci keberhasilan, baik dalam menghadapi lomba maupun dalam menjaga keberlanjutan budaya bersih setelahnya. Ucapan terima kasih atas perhatian dan kerja sama disampaikan sebagai bentuk penghargaan atas komitmen bersama.

Dengan arahan ini, MAN 2 Yogyakarta menegaskan langkahnya: menjadikan kebersihan bukan sekadar target lomba, melainkan kebiasaan kerja yang menguatkan mutu layanan pendidikan. Dari meja kerja yang rapi, lahir etos kerja yang profesional; dari lingkungan yang bersih, tumbuh madrasah yang sehat, nyaman, dan menginspirasi. (pusp)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp