Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Sebuah buku terkadang tidak hanya menghadirkan cerita, tetapi juga mengajak pembacanya menyelami perasaan, memahami kehidupan, dan menemukan makna dari setiap luka. Hal itulah yang dirasakan Maitsa ‘Aqila Ma’ruf, siswa kelas XII B MAN 2 Yogyakarta, setelah membaca novel Luka Cita karya Valerie Patkar.
Maitsa
membagikan kisah dan kesannya terhadap novel tersebut dalam kegiatan review
buku yang berlangsung di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, Selasa (08/09/2026)
pukul 12.30 WIB. Kegiatan tersebut dilakukan bersama Pustakawan Nuryanti A. Md.
Dalam
review-nya, Maitsa menceritakan bahwa Luka Cita menghadirkan kisah tentang
perjalanan 2 orang yang hidup, luka, kehilangan, harapan, serta berbagai
persoalan yang harus dihadapi oleh para tokohnya. Alur cerita membuat Maitsa
tertarik mengikuti perjalanan tokoh-tokohnya dalam menghadapi berbagai keadaan
yang tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan.
Bagi
Maitsa, novel tersebut bukan sekadar bacaan dengan kisah yang menarik. Ada
banyak bagian yang membuatnya ikut larut dalam emosi para tokoh. Ia mengaku
merasa sedih ketika membaca bagian-bagian yang menggambarkan luka dan
kehilangan, sekaligus dibuat berpikir tentang bagaimana seseorang menghadapi
rasa sakit dan berusaha melanjutkan hidup.
Dari
buku tersebut, Maitsa mendapatkan pesan bahwa setiap orang memiliki perjalanan
dan luka masing-masing. Apa yang menyakitkan hari ini bukan berarti akan
selamanya menjadi akhir dari segalanya. Dengan menerima keadaan dan terus
melangkah, seseorang dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat.
“Buku
ini membuat saya belajar bahwa setiap orang punya luka dan prosesnya
masing-masing. Kita harus belajar menerima apa yang sudah terjadi dan tetap
melangkah,” ungkap Maitsa.
Pustakawan
Nuryanti A. Md. mengapresiasi kegiatan review yang dilakukan Maitsa.
Menurutnya, keberanian siswa dalam menceritakan kembali buku yang dibaca
menjadi bagian penting dalam membangun budaya literasi. Membaca tidak hanya
tentang menyelesaikan sebuah buku, tetapi juga memahami cerita, merasakan pesan
yang disampaikan, kemudian mampu mengungkapkannya kembali.
Melalui
kegiatan review buku, Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta terus memberikan ruang
kepada siswa untuk berbagi cerita dari buku yang mereka baca. Sebab, satu buku
dapat meninggalkan kesan yang berbeda pada setiap pembacanya, dan dari sanalah
lahir cerita-cerita baru yang layak untuk dibagikan. (nur)
Berikan Komentar