Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Madrasah Aliyah Negeri 2 Yogyakarta kini tampil dengan wajah baru yang lebih segar dan modern. Melalui program "Beautifulisasi Madrasah", sekolah yang terletak di pusat Kota Pendidikan ini bertransformasi menjadi lingkungan belajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga estetik dan ramah lingkungan.
Program ini bukan sekadar perbaikan fisik,
melainkan upaya strategis untuk menciptakan atmosfer belajar yang mendukung
kreativitas dan kesejahteraan mental (well-being) seluruh warga madrasah.
Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd, M.Pd secara resmi memaparkan visi besar di balik program "Beautifulisasi Madrasah" yang tengah dijalankan. Salah satu fokus utama dari proyek ini adalah penataan ruang terbuka yang terletak di sebelah barat gedung cagar budaya yang menjadi ikon bersejarah madrasah tersebut.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif tanpa meninggalkan akar sejarah yang kuat.
Dalam penjelasannya, Hartiningsih menekankan
bahwa area di sebelah barat gedung cagar budaya memiliki potensi besar untuk
menjadi pusat aktivitas siswa yang bernuansa asri dan reflektif.
"Kami ingin area ini tidak hanya menjadi lahan kosong, tetapi bertransformasi menjadi ruang terbuka yang cantik dan fungsional. Program beautifulisasi di sisi barat gedung cagar budaya ini dirancang untuk menghormati arsitektur lama sekaligus memberikan sentuhan modern yang menyegarkan," ujar Hartiningsih.
Poin Utama Program Beautifulisasi di Sisi Barat:
Zona Terbuka Hijau: Penataan taman dengan
tanaman hias yang selaras dengan arsitektur kolonial gedung cagar budaya.
Ruang Kreativitas Siswa: Pembangunan area duduk
yang nyaman untuk belajar kelompok, diskusi, atau sekadar beristirahat di sela
jam pelajaran.
Pencahayaan Artistik: Penambahan lampu-lampu
taman yang estetis untuk menonjolkan keindahan fasad gedung cagar budaya saat
sore dan malam hari.
Hartiningsih berharap dengan adanya penataan ini, warga MAN 2 Yogyakarta, khususnya para siswa, memiliki rasa kepemilikan (sense of belonging) yang lebih tinggi terhadap warisan budaya mereka.
"Tujuan akhir kami adalah kenyamanan. Jika
lingkungannya indah dan tertata, maka energi positif akan terbangun, dan proses
belajar mengajar pun akan jauh lebih maksimal," pungkasnya.
Program ini diharapkan menjadi percontohan bagi sekolah lain dalam hal pengelolaan kawasan pendidikan yang berwawasan lingkungan dan sejarah.
MAN 2 Yogyakarta terus berbenah dalam
meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Kali ini, fokus
pengembangan diarahkan pada pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang terletak
tepat di sebelah barat gedung cagar budaya yang menjadi ikon bersejarah
madrasah tersebut.
Pembangunan ini bertujuan untuk menciptakan
ruang publik yang representatif bagi siswa, sekaligus mempercantik area sekitar
bangunan cagar budaya agar tetap terjaga kelestariannya namun tetap fungsional
di era modern.
Proyek pembangunan ini dirancang dengan memperhatikan aspek arsitektur agar tidak mendominasi atau merusak nilai historis gedung cagar budaya di sampingnya. Beberapa fitur utama dari ruang terbuka ini meliputi:
Area Duduk Komunal: Dirancang untuk tempat
diskusi kelompok dan belajar mandiri di luar ruangan (outdoor learning).
Paving Porous: Penggunaan material lantai yang
ramah lingkungan untuk menjaga resapan air di area madrasah.
"Kami ingin menciptakan ruang di mana
siswa bisa belajar dengan tenang sambil tetap menghargai nilai sejarah yang ada
di MAN 2 Yogyakarta. Ruang terbuka ini akan menjadi jembatan antara masa lalu
yang bersejarah dan masa depan yang inovatif," ungkap kepala MAN 2
Yogykarta Hartininsih.
Diharapkan, dengan selesainya pembangunan ini,
MAN 2 Yogyakarta tidak hanya dikenal karena prestasi akademiknya, tetapi juga
sebagai madrasah yang peduli pada pelestarian budaya dan kenyamanan lingkungan.
Di sebelah barat gedung Cagar budaya Beberapa titik sentral di MAN 2 Yogyakarta mendapatkan sentuhan pembaruan yang signifikan, di antaranya:
Revitalisasi Taman Dalam: Area terbuka hijau
kini ditata lebih rapi dengan konsep mini garden yang menenangkan, berfungsi
sebagai area diskusi terbuka bagi siswa.
Modernisasi Fasilitas Umum: Pembaruan cat gedung dengan palet warna yang lebih modern namun tetap mempertahankan ciri khas madrasah.
Sudut Literasi Estetik: ruang di sebelah barat
gedung cagar budaya kini dilengkapi
dengan elemen dekoratif edukatif yang Instagrammable, mendorong siswa untuk
lebih betah berlama-lama di lingkungan madrasah.
"Lingkungan yang indah dan bersih adalah
cerminan dari hati yang tertata. Dengan program Beautifulisasi ini, kami ingin
siswa merasa bangga dan nyaman, sehingga prestasi pun akan mengalir dengan
sendirinya," ujar perwakilan pihak madrasah dalam keterangannya.
Langkah ini mendapat respons positif dari para
siswa. Banyak yang merasa bahwa perubahan visual di madrasah membuat semangat
belajar meningkat. Lingkungan yang tertata rapi terbukti mampu menurunkan
tingkat stres dan memicu lahirnya ide-ide kreatif di luar ruang kelas.
Program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan MAN 2 Yogyakarta untuk terus berinovasi menjadi madrasah yang unggul dan kompetitif di era modern. (Siti Nusriyah)
Berikan Komentar