MAN 2 Yogyakarta Dorong Budaya Literasi Digital melalui Inovasi E-Library Di Jikona dan Edoo

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) - Dalam upaya meningkatkan budaya literasi di kalangan siswa, MAN 2 Yogyakarta meluncurkan gerakan Budaya Literasi Digital yang dikoordinir oleh Kepala Perpustakaan, Sri Narwanti, S.Pd, didampingi oleh Koordinator International Language Class (ILC), Diah Wijiastuti. Gerakan ini memanfaatkan dua inovasi unggulan perpustakaan digital, yaitu Di Jikona dan Edoo, yang memungkinkan akses literatur dari mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Setiap Jumat secara bergiliran kelas X, XI, dan XII kegiatan literasi digelar.

Di Jikona adalah aplikasi e-library yang menyediakan berbagai koleksi buku digital, mulai dari literatur akademik, buku referensi, hingga novel populer. Sementara itu, Edoo menjadi sarana pelengkap yang memperluas akses siswa terhadap materi pembelajaran berbasis digital. Kedua platform ini dirancang untuk menjawab tantangan literasi di era digital, di mana akses informasi cepat dan fleksibel menjadi kebutuhan utama.


Sri Narwanti, S.Pd, menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bentuk komitmen perpustakaan MAN 2 Yogyakarta dalam mengikuti perkembangan teknologi. “Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang adaptif terhadap teknologi. Dengan Di Jikona dan Edoo, siswa dapat mengakses sumber belajar tanpa harus datang ke perpustakaan secara fisik,” ujarnya.

Gerakan ini juga didukung penuh oleh Diah Wijiastuti selaku Koordinator ILC. Ia menjelaskan bahwa program ini menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kompetensi bahasa dan wawasan siswa secara global. “Melalui platform ini, siswa dapat membaca buku literasi internasional yang mendukung pembelajaran mereka, terutama dalam program kelas bahasa internasional,” tuturnya.

Selain itu, gerakan ini juga mendorong siswa untuk lebih aktif membaca dan mencari informasi secara mandiri. Setiap kelas diajak untuk memanfaatkan platform ini dalam mendukung proses belajar mengajar, terutama pada kegiatan membaca mandiri dan diskusi literasi yang dijadwalkan secara rutin.


Salah satu siswa kelas XII mengungkapkan kegembiraannya dengan hadirnya inovasi ini. “Sekarang lebih mudah mencari buku untuk tugas atau belajar. Saya bisa membaca kapan saja tanpa harus menunggu perpustakaan buka,” katanya.

Dengan inovasi ini, MAN 2 Yogyakarta berharap dapat menciptakan generasi yang literat, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan memiliki wawasan luas. Ke depan, MAN 2 Yogyakarta berkomitmen untuk terus mengembangkan fasilitas literasi digital, menjadikan madrasah sebagai pusat pembelajaran modern yang mendukung pendidikan berkelanjutan. (pusp)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp