MAN 2 Yogyakarta Tampilkan Inovasi Ekoteologi melalui Praktik Pembuatan Eco Enzym di Kemenag Kota Yogyakarta

Foto saat Kepala MAN 2 Yogyakarta menjadi narasumber ekoteologi di Kemenag Kota Yogyakarta

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Semangat pelestarian lingkungan mewarnai Aula Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Senin (03/08/2026), dalam kegiatan yang dihadiri oleh seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama se-Kota Yogyakarta tersebut, MAN 2 Yogyakarta mendapat kesempatan mendemonstrasikan secara langsung proses pembuatan eco enzym sebagai salah satu bentuk implementasi program Ekoteologi.

Praktik pembuatan eco enzym dipimpin langsung oleh Kepala MAN 2 Yogyakarta. Adapun tim delegasi yaitu Ibu Umi Sholihatun dan Ibu Erny Sambaroroh. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi sekaligus inspirasi bagi para peserta untuk memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna dan ramah lingkungan.

Dalam paparannya, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., Kepala MAN 2 Yogyakarta menjelaskan secara rinci mengenai eco enzym, mulai dari pengertian, manfaat, bahan-bahan yang digunakan, hingga tahapan pembuatannya. ”Eco enzym dibuat dari limbah organik berupa kulit buah dan sayuran yang difermentasi bersama gula merah atau molase serta air dengan komposisi tertentu. Proses fermentasi memerlukan waktu sekitar tiga bulan menghasilkan cairan serbaguna yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, pembersih alami, pengurai limbah, hingga penyubur tanaman,” ungkapnya.

Tidak hanya demonstrasi, MAN 2 Yogyakarta juga menampilkan berbagai hasil karya yang dihasilkan dari implementasi program Ekoteologi di lingkungan madrasah. Berbagai produk dipamerkan dalam sebuah display edukatif, di antaranya komposter sederhana berbahan galon bekas air mineral, perangkat dan bahan pembuatan eco enzym, eco enzym yang telah matang, kolase dari bahan daur ulang, sabun cling, sabun berbahan minyak jelantah, kompos organik, serta berbagai produk pemanfaatan sampah lainnya. Pameran tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan secara kreatif dan memberikan manfaat bagi lingkungan.

Melalui kegiatan ini, MAN 2 Yogyakarta tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga mengajak seluruh peserta untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui langkah-langkah sederhana yang dapat dimulai dari rumah. Program Ekoteologi yang dijalankan madrasah menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat diimplementasikan dalam upaya menjaga kelestarian alam.(ern)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp