MANDAYA DIGDAYA BERBAGI PRAKTIK BAIK, MANSABA BERSINAR MENGUATKAN ZONA INTEGRITAS

Tim ZI MAN 2 Yogyakarta berbagi praktik baik

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Semangat kolaborasi dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik terus diperkuat MAN 2 Yogyakarta. Jumat (23/10/2026), tim Pembangunan Zona Integritas (ZI) MAN 2 Yogyakarta yang terdiri atas Kepala Madrasah Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., Ketua PZI Susana Widyawati, S.Pd., M.Pd., Sekretaris PZI Umi Solikatun, S.Pd., serta staf Humas Cailendra Bromo, berbagi praktik baik pembangunan ZI kepada MAN 1 Bantul dengan semangat budaya kerja “Mandaya Digdaya!” untuk menguatkan “Mansaba Bersinar!”.

Dalam paparannya, Hartiningsih menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan ZI tidak cukup diwujudkan melalui kelengkapan dokumen administratif, tetapi harus didukung perencanaan terarah, pembagian peran yang jelas, pelaksanaan program yang konsisten, serta evaluasi berkelanjutan. Area Manajemen Perubahan menjadi titik awal untuk membangun pola pikir dan budaya kerja baru. Program disusun dengan mengacu pada Asta Cita Presiden, Asta Protas Kementerian Agama, serta isu strategis sesuai hasil evaluasi diri madrasah, seperti perundungan, kesehatan mental peserta didik, Kurikulum Cinta, ekoteologi, dan prospek alumni.

Seluruh program pembangunan ZI harus tetap selaras dengan mandat, tugas, dan fungsi madrasah dalam menyelenggarakan pendidikan. Budaya kerja “Mandaya Digdaya” bukan sekadar slogan, melainkan komitmen untuk mewujudkan integritas, profesionalitas, transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan prima yang terukur. Pembangunan ZI juga merupakan gerakan bersama seluruh warga madrasah melalui enam area perubahan, yakni manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen sumber daya manusia, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Berbagi praktik baik dengan Tim ZI MAN 1 Bantul menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan saling belajar dalam mengembangkan tata kelola madrasah yang sesuai dengan karakteristik masing-masing. Hartiningsih menegaskan pentingnya konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan, keteladanan pimpinan sebagai role model, keterlibatan seluruh pegawai, serta kesesuaian dokumen pendukung dengan bukti nyata perubahan. Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan terima kasih atas paparan tersebut dan menegaskan bahwa pemahaman tentang Area Manajemen Perubahan sebagai tonggak awal pembangunan ZI semakin kuat dan siap diimplementasikan di Mansaba.

Kolaborasi “Mandaya Digdaya” dan “Mansaba Bersinar” menegaskan bahwa setiap madrasah dapat menjadi inspirasi bagi satuan kerja lainnya dalam membangun birokrasi yang bersih, profesional, dan terpercaya. Semangat berbagi praktik baik ini diharapkan terus berlanjut melalui kerja nyata, pelayanan berkualitas, budaya antikorupsi, serta monitoring dan evaluasi berkesinambungan. “Mandaya Digdaya berbagi inspirasi, Mansaba Bersinar menguatkan langkah pasti” menjadi pesan bersama dalam memperkuat Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). (sol)

 


wa Chat via WhatsApp