Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Kepedulian terhadap kesehatan ternyata bisa
tumbuh dari hal sederhana, yakni keberanian untuk peduli pada diri sendiri dan
teman di sekitar. Kamis (20/08/2026), semangat itulah yang dibawa ratusan siswa
perwakilan SMA dan MA se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat mengikuti
Workshop Kader Kesehatan Remaja – Aksi Sehat Bergizi di Aula Sasana Krida,
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Jl. Cendana No. 9,
Semaki, Umbulharjo, Yogyakarta. Dari MAN 2 Yogyakarta, para siswa hadir
didampingi Pembina UKS, Nur Harsih Setyowati, S.Pd., M.Pd., untuk mendapatkan
bekal menjadi generasi muda yang tidak hanya sehat, tetapi juga peka terhadap
kondisi teman sebaya.
Workshop yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut tidak sekadar menjadi ruang
untuk mendengarkan materi, tetapi juga menjadi tempat siswa memahami berbagai
persoalan kesehatan yang dekat dengan kehidupan remaja. Perwakilan Kementerian
Kesehatan RI membekali peserta dengan pemahaman tentang Aksi Sehat Bergizi,
khususnya pentingnya nutrisi seimbang untuk mencegah anemia dan stunting,
sementara Anis Farikhatin dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI)
mengajak siswa mengenali kesehatan dan hak reproduksi remaja. Materi semakin
lengkap dengan pembahasan manajemen stres akademik oleh Admila Rosada, M.Psi.,
Psikolog, serta materi “Kenali Kesehatan Jiwa dan Pertolongan Pertama pada Luka
Psikologi (P3LP)” yang disampaikan Sutoro Tri Raharjo.
Bagi para siswa, pengetahuan tersebut menjadi bekal penting karena
persoalan kesehatan sering kali pertama kali terlihat dari lingkungan terdekat,
terutama teman sebaya. Seorang siswa yang tiba-tiba murung, kehilangan semangat
belajar, mengalami tekanan akademik, atau memiliki kebiasaan makan yang kurang
sehat membutuhkan teman yang mampu mendengar dan memberikan dukungan dengan
tepat. Melalui workshop ini, siswa MAN 2 Yogyakarta didorong untuk menjadi
sosok yang mampu hadir bukan sebagai “dokter kecil”, melainkan sebagai teman
yang peduli, mampu mengenali tanda-tanda masalah, memberikan pertolongan awal,
dan mengetahui kapan harus mengarahkan temannya kepada orang dewasa atau tenaga
profesional.
Lebih dari sekadar kegiatan sehari, workshop tersebut menanamkan pesan
bahwa menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai
sejak bangku sekolah. Para kader kesehatan remaja diharapkan mampu membawa
pulang pengetahuan yang diperoleh untuk diterapkan dalam keseharian sekaligus
menularkannya kepada teman-teman di lingkungan MAN 2 Yogyakarta. Dengan
demikian, kepedulian tidak berhenti di ruang workshop, tetapi tumbuh menjadi
gerakan kecil yang hadir dalam bentuk pilihan makanan yang lebih sehat,
perhatian terhadap kesehatan mental, keberanian berbicara ketika menghadapi
masalah, dan kesediaan untuk saling menguatkan.
Bagi MAN 2 Yogyakarta, keikutsertaan dalam Workshop Kader Kesehatan Remaja
– Aksi Sehat Bergizi menjadi bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang
sehat secara utuh, baik fisik maupun mental. Para siswa tidak hanya
dipersiapkan untuk berprestasi di ruang kelas, tetapi juga untuk memiliki
empati, kepedulian, dan kemampuan menjaga diri serta lingkungan sosialnya.
Sebab, menjadi generasi sehat bukan hanya tentang tubuh yang kuat, melainkan
juga tentang hati yang peka dan keberanian untuk berkata, “Aku peduli, kamu
tidak sendirian.”(har)
Berikan Komentar