Menemukan Makna dalam “Tanpa Rencana”, Shachika Nur Al’lisa Belajar Keluar dari Zona Nyaman

Shachika Nur Al’lisa Meriview Buku bersama Nuryanti A.Md

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Semangat membaca dan berbagi pengalaman literasi kembali hadir di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta. Senin (27/07/2026) pukul 12.40 WIB, kegiatan literasi diisi oleh Shachika Nur Al’lisa, siswi kelas XII G, yang berkesempatan memperkenalkan dan mereview buku berjudul Tanpa Rencana karya Dee Lestari bersama Pustakawan MAN 2 Yogyakarta Nuryanti A.Md di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta.

Dalam kegiatan tersebut, Shachika membagikan pengalaman membacanya dengan menyampaikan berbagai hal menarik yang Ia temukan dari buku yang dibacanya. Tanpa Rencana merupakan antologi karya Dee Lestari yang menghadirkan kumpulan cerita pendek, puisi, dan prosa dengan beragam perenungan tentang kehidupan, kehilangan, penerimaan, hingga perjalanan batin manusia.

Bagi Shachika, membaca buku bukan sekadar menikmati rangkaian kata, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menemukan pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan. Dari buku yang dibacanya, Shachika mendapatkan hikmah tentang pentingnya berani keluar dari zona nyaman dan terus berproses menjadi pribadi yang lebih baik.

Shachika juga belajar untuk bersabar dalam menghadapi berbagai kejadian dalam kehidupan, termasuk ketika harus berhadapan dengan keadaan yang terkadang terasa tidak adil. Baginya, tidak semua hal dalam hidup berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Namun, setiap keadaan dapat menjadi ruang untuk belajar, bertumbuh, dan melatih diri agar tetap kuat dalam menjalani proses.

Sementara itu, Nuryanti mengapresiasi keberanian Shachika dalam menyampaikan kembali pengalaman membacanya. Menurutnya, kegiatan mereview buku menjadi salah satu cara untuk mengajak siswa tidak hanya membaca, tetapi juga memahami dan mengambil nilai-nilai kehidupan dari bacaan.

“Setiap buku yang dibaca tentu memiliki cerita dan pesan yang berbeda. Ketika siswa berani menceritakan kembali apa yang telah dibacanya, sesungguhnya ia sedang belajar mengolah pengalaman membaca menjadi sebuah pemahaman. Semoga dari setiap buku yang dibaca, siswa dapat menemukan hikmah yang bisa menjadi bekal dalam menjalani kehidupan,” ungkap Nuryanti.

Menurut Nuryanti, pesan yang disampaikan Shachika tentang keberanian keluar dari zona nyaman dan kesabaran dalam menghadapi ketidakadilan juga menjadi refleksi yang penting bagi generasi muda. Kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana, tetapi setiap proses dapat menjadi kesempatan untuk belajar menjadi lebih dewasa dan lebih baik.

Melalui kegiatan literasi ini, Shachika tidak hanya membaca buku, tetapi juga belajar memahami, memaknai, dan menyampaikan kembali pengalaman membaca kepada orang lain. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta dalam menumbuhkan budaya literasi melalui gerakan “Baca, Balik, Cerita!”.

Membaca tidak berhenti ketika halaman terakhir selesai dibaca atau ketika buku dikembalikan ke perpustakaan. Lebih dari itu, setiap buku menyimpan cerita dan pelajaran yang dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan. Ketika pengalaman membaca dibagikan, cerita dari sebuah buku pun dapat kembali hidup dan memberi makna bagi orang lain.

Semoga kegiatan literasi ini terus menumbuhkan kecintaan siswa terhadap buku, sekaligus mendorong mereka untuk berani keluar dari zona nyaman, terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, serta mampu menemukan hikmah dari setiap perjalanan kehidupan. (nur)


wa Chat via WhatsApp