Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Jumat pagi (29/8), suasana MAN 2 Yogyakarta terasa berbeda. Motor Penggerak Perpustakaan kembali menggelar giat literasi yang mengangkat tema “Warga Digital yang Cerdas dan Bertanggung Jawab”. Kegiatan ini menjadi upaya sekolah dalam membekali peserta didik agar lebih bijak bermedia di era digital.
Melalui
bahan bacaan interaktif yang ditampilkan, siswa diajak merenung sebelum
memposting sesuatu di internet dengan pertanyaan sederhana namun bermakna:
“Benarkah? Apakah ini bermanfaat? Apakah ini menginspirasi? Apakah ini perlu?
Apakah ini baik?” Pesan tersebut menjadi pengingat kuat bahwa setiap jejak
digital akan meninggalkan rekam jejak permanen.
Selain
itu, literasi juga menekankan pentingnya menjaga keamanan di dunia maya. Siswa
dibekali tips praktis seperti menggunakan password yang kuat, mengaktifkan
verifikasi dua langkah (2FA), tidak sembarangan mengumbar data pribadi,
memahami pengaturan privasi, hingga berhati-hati dalam menginstal aplikasi.
Tidak
kalah penting, giat literasi ini juga menanamkan nilai “bertanggung jawab
sebagai warga digital”. Peserta didik diajak untuk bersikap positif di
internet, berempati, melawan cyberbullying, serta aktif menyebarkan kebaikan.
Tujuh tips mencegah perundungan siber pun dipaparkan, mulai dari tidak mudah
percaya, berani bicara pada orang terpercaya, hingga menunjukkan bukti
kepedulian pada sesama.
Kepala
Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta Sri Narwanti, S.Pd, M.Pd menegaskan bahwa
literasi digital merupakan bekal penting bagi generasi muda agar mereka tidak
hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga warga digital yang beretika,
peduli, dan mampu menjadi teladan di dunia maya.
“Siswa
perlu paham bahwa dunia maya bukan ruang tanpa aturan. Mereka harus mampu
menjaga keamanan diri, memahami privasi, dan menggunakan teknologi untuk
kebaikan. Itulah literasi digital yang sebenarnya,” tambahnya.
Kepala
MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menyambut baik langkah
perpustakaan sebagai motor literasi di madrasah.
“Giat
literasi ini sejalan dengan visi kami untuk mencetak generasi yang tidak hanya
cerdas akademis, tetapi juga berakhlak mulia di dunia nyata maupun dunia maya.
Siswa MAN 2 harus bisa menjadi teladan sebagai warga digital yang bijak,
bertanggung jawab, dan inspiratif,” ungkapnya.
Dengan
kegiatan ini, MAN 2 Yogyakarta berharap setiap siswa mampu mengingat pesan
sederhana namun bermakna, “Setelah Anda memposting sesuatu secara online, Anda
tidak dapat menariknya kembali.” (pusp)
Berikan Komentar