Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) - Semangat belajar lintas ilmu kembali ditunjukkan peserta didik MAN 2 Yogyakarta melalui kegiatan edukatif bertajuk “Menjelajah Jagad Raya” yang dilaksanakan organisasi CM Armifada MAN 2 Yogyakarta di Observatorium Bulan (POB) milik Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi siswa dalam mempelajari astronomi sekaligus memperluas wawasan keislaman melalui pengamatan benda-benda langit, dengan guru pendamping Soir, S.Pd, M.Pd, Wisang Liyen, S.Pd, Nur Suciowati, S.Pd. Kegiatan dilakukan pada Kamis (21/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapat kesempatan mengenal lebih dekat berbagai peralatan observasi astronomi, termasuk teleskop yang digunakan untuk mengamati benda-benda langit. Antusiasme peserta terlihat begitu tinggi saat mereka secara langsung mencoba meneropong langit dan mendengarkan penjelasan tentang sistem tata surya, pergerakan bulan, hingga fenomena astronomi yang berkaitan dengan penentuan kalender Hijriah.
Pemandu Observatorium Bulan Kemenag DIY, Mutohar, menjelaskan bahwa POB terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar dan mengenal astronomi, baik dari kalangan pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, bahkan pengunjung dari luar negeri.
“POB Kemenag selalu menerima siapa saja yang ingin belajar di sini. Banyak pelajar dan tamu dari berbagai daerah bahkan luar negeri datang untuk mempelajari astronomi dan rukyatul hilal,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa mempelajari benda-benda langit tidak hanya memperluas wawasan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat mempertebal keimanan kepada Allah SWT. Menurutnya, keteraturan alam semesta menunjukkan betapa besar kekuasaan Sang Pencipta sekaligus memperlihatkan kompleksitas ilmu astronomi yang terus berkembang.
“Belajar mengamati benda langit dapat mempertebal keimanan sekaligus membantu memahami betapa kompleksnya jagad raya. Selain itu, pembelajaran ini juga dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengapa umat Islam di Indonesia terkadang berbeda dalam menentukan awal Ramadan maupun awal Syawal,” jelasnya.
Kegiatan tersebut disambut antusias oleh para siswa MAN 2 Yogyakarta. Mereka tampak aktif bertanya, mencoba menggunakan teleskop, serta berdiskusi mengenai fenomena astronomi dan kaitannya dengan ilmu falak dalam Islam.
Salah satu peserta, Khoirul Man, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di kelas.
“Saya suka dengan pembelajaran ini, Pak. Jadi bisa belajar langsung melihat benda-benda langit dan memahami astronomi dengan cara yang menyenangkan,” ungkapnya.
Kegiatan edukasi astronomi tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama antara peserta CM Armifada MAN 2 Yogyakarta dan tim Observatorium Bulan Kemenag DIY. Para siswa berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan pada tahun mendatang, bahkan pada malam hari agar pengamatan benda langit dapat dilakukan lebih maksimal.
Melalui kegiatan ini, MAN 2 Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, inspiratif, dan kontekstual, sehingga peserta didik tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki wawasan luas, karakter kuat, dan keimanan yang kokoh. (soir)
Berikan Komentar