Merajut Panca Cinta, Menyalakan Deep Learning: Forum MGMP Bahasa Inggris DIY Siapkan Generasi Global 2045

Foto pelaksnaaan MGMP Bahasa Inggris se-DIY

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Semangat membangun pendidikan yang berkarakter sekaligus berdaya saing global mewarnai kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris Daerah Istimewa Yogyakarta yang digelar di MAN 1 Gunungkidul. Selasa (28/7/2026), mengusung tema “Integrasi Kurikulum Cinta dalam Pembelajaran Mendalam Bahasa Inggris”, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi para pendidik untuk memperkuat implementasi kurikulum yang adaptif dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Forum tersebut diikuti guru-guru Bahasa Inggris madrasah dari berbagai kabupaten dan kota di DIY dengan antusiasme tinggi untuk memperkaya wawasan dan praktik pembelajaran.

Hadir sebagai narasumber, Dr. Laily Amin Fajariyah, M.Pd., yang mengupas secara komprehensif konsep Kurikulum Cinta serta keterkaitannya dengan pendekatan deep learning dalam pembelajaran Bahasa Inggris. ”Kurikulum Cinta berlandaskan nilai-nilai Panca Cinta, yaitu cinta kepada Tuhan dan Rasul-Nya, cinta terhadap ilmu pengetahuan, cinta kepada sesama, cinta terhadap lingkungan, serta cinta kepada bangsa dan negara. Kelima nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk peserta didik yang unggul secara akademik sekaligus berkarakter mulia, berakhlak, dan bertanggung jawab sebagai generasi masa depan,” paparnya.

Selain penguatan karakter, forum ini juga menekankan pentingnya penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) yang bertumpu pada tiga prinsip utama, yaitu Mindful, Meaningful, dan Joyful. Pendekatan tersebut mendorong peserta didik untuk belajar secara sadar dan reflektif, memperoleh pengalaman belajar yang bermakna, serta menikmati proses pembelajaran yang menyenangkan sehingga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Melalui integrasi Kurikulum Cinta dan deep learning, pembelajaran Bahasa Inggris diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya mahir berbahasa asing, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kesiapan menghadapi tantangan global.

Ketua MGMP Bahasa Inggris DIY, Nur Widiastuti, S.Pd., menutup kegiatan dengan mengajak seluruh guru untuk terus menjadikan MGMP sebagai ruang belajar bersama dalam merespons dinamika kebijakan pendidikan. Ajakan ini membutuhkan kolaborasi antarguru sebagai kunci untuk menghadirkan pembelajaran yang inovatif, relevan, dan berpihak pada kebutuhan peserta didik. Melalui forum ini, MGMP Bahasa Inggris DIY kembali menegaskan komitmennya dalam mengakselerasi transformasi pendidikan madrasah menuju lahirnya generasi Indonesia Emas 2045 yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing global.(dhe)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp