Merawat Api Perubahan: SABDA MAN 2 Yogyakarta Kawal Replikasi Zona Integritas MTsN 3 Sleman

Foto bersama SABDA MAN 2 Yogyakarta dengan MTsN 3 Sleman

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Komitmen MAN 2 Yogyakarta dalam menumbuhkan budaya kerja yang berintegritas terus diwujudkan melalui program SABDA (Sahabat Madrasah). Kamis (16/04/2026), sebagai madrasah yang telah membangun budaya Zona Integritas (ZI) secara berkelanjutan, MAN 2 Yogyakarta kembali berbagi praktik baik dengan melaksanakan pendampingan dan studi tiru replikasi pembangunan Zona Integritas bagi MTsN 3 Sleman. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antarmadrasah untuk memperkuat tata kelola yang bersih, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik yang prima.

Rombongan MTsN 3 Sleman disambut hangat oleh jajaran pimpinan, Tim Zona Integritas, dan Tim SABDA MAN 2 Yogyakarta. Suasana penuh keakraban sejak awal pertemuan mencerminkan semangat berbagi pengalaman dan saling belajar dalam membangun budaya integritas. Pertemuan tersebut tidak hanya menghadirkan paparan teori, tetapi juga memperlihatkan praktik nyata yang telah diterapkan MAN 2 Yogyakarta dalam membangun Zona Integritas.

Hartiningsih, S,Pd., M.Pd., Kepala MAN 2 Yogyakarta dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan Zona Integritas merupakan proses perubahan budaya organisasi yang membutuhkan komitmen seluruh warga madrasah. ”Perjalanan kami dalam meraih predikat menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan administrasi, tetapi juga oleh konsistensi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dibutuhkan adanya transparansi, inovasi, dan orientasi pada kepuasan publik harus menjadi budaya yang terus dipelihara oleh seluruh insan madrasah,” paparnya.

Melalui program SABDA, peserta juga diajak berdiskusi secara interaktif mengenai berbagai tantangan dalam pembangunan Zona Integritas. Beragam pertanyaan mengenai penyusunan eviden, strategi membangun komitmen pegawai, hingga menjaga keberlanjutan inovasi dijawab secara terbuka oleh Tim ZI MAN 2 Yogyakarta. Pendekatan dialogis tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk memperoleh solusi yang aplikatif berdasarkan pengalaman nyata di lapangan.(cio)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp