MerchLab MAN 2 Yogyakarta: Saat Kreativitas Murid Menjelma Produk Bernilai Jual

Foto produk MerchLab MAN 2 Yogyakarta

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Kreativitas dan jiwa kewirausahaan murid kelas X MAN 2 Yogyakarta mendapat ruang untuk berkembang melalui Proyek Akhir Semester (PAS) genap Tahun Ajaran 2025/2026 pada mata pelajaran penguatan Kewirausahaan. Selasa (30/06/2026), mengusung konsep pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning), kegiatan ini mengajak murid tidak hanya menghasilkan sebuah karya, tetapi juga memahami proses membangun sebuah produk yang memiliki nilai ekonomi dan daya tarik pasar. Proyek tersebut dibimbing langsung oleh guru pengampu, Hitaqi Millata dan Retno Febri.

Melalui kegiatan yang dikemas dalam tajuk MerchLab, setiap kelompok diberi kebebasan mengeksplorasi ide dan menuangkannya ke dalam desain merchandise khas MAN 2 Yogyakarta. Beragam konsep kreatif lahir dari tangan para murid, mulai dari kaos, sampul buku dan notebook, mug, topi, tumbler, tote bag, hingga tas serut yang dipadukan dengan logo, identitas, maupun maskot madrasah. Seluruh desain dibuat dengan mempertimbangkan nilai estetika, fungsi, dan potensi pemasaran sehingga mampu menjadi media promosi sekaligus memperkuat identitas madrasah.

Tidak berhenti pada proses mendesain, murid juga diajak memahami tahapan penting dalam dunia usaha. Mereka melakukan riset sederhana mengenai tren produk yang diminati kalangan remaja, membandingkan kualitas berbagai jenis bahan, mencari vendor yang menawarkan harga kompetitif, hingga menyusun estimasi biaya produksi dan potensi keuntungan. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai proses membangun sebuah usaha sejak tahap perencanaan.

Guru pengampu mata pelajaran Penguatan Kewirausahaan, Hitaqi Millata, menjelaskan bahwa proyek ini dirancang agar murid memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual. ”Kewirausahaan tidak cukup dipelajari melalui teori, tetapi harus dipraktikkan melalui kegiatan yang melatih kreativitas, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan pengambilan keputusan. Melalui proyek ini, kami ingin membangun pola pikir bahwa sebuah ide sederhana dapat berkembang menjadi produk yang memiliki nilai jual apabila dirancang dengan baik. Murid belajar membaca kebutuhan pasar, membuat perencanaan, hingga menghasilkan desain yang menarik dan layak dipasarkan," ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Retno Febri menuturkan bahwa proses pembelajaran lebih menitikberatkan pada kemampuan murid dalam bekerja sama dan menyelesaikan masalah. ”Setiap kelompok dituntut membagi peran, berdiskusi menentukan konsep terbaik, serta mempertanggungjawabkan setiap keputusan yang diambil selama proses penyusunan proyek. Yang kami nilai bukan hanya hasil akhirnya, tetapi juga prosesnya. Bagaimana mereka mampu berkolaborasi, mencari informasi, melakukan survei, serta menyusun strategi agar produk yang dirancang memiliki daya saing. Keterampilan seperti inilah yang sangat dibutuhkan di masa depan," jelasnya.

Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga menumbuhkan keberanian murid untuk berpikir sebagai seorang entrepreneur muda. Dengan bekal pengalaman tersebut, diharapkan murid tidak hanya mampu menghasilkan karya yang membanggakan selama di bangku madrasah, tetapi juga memiliki kesiapan untuk menciptakan peluang usaha di masa depan. MerchLab pun menjadi lebih dari sekadar proyek akhir semester, melainkan laboratorium ide yang melahirkan calon-calon wirausahawan muda dengan karakter unggul dan daya saing tinggi. (htq)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp