Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta), 21 Mei 2026 – Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling Madrasah Aliyah Daerah Istimewa Yogyakarta (MGBK MA-DIY) bersama Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (K2MA), MTs, dan MI se-DIY mengikuti kegiatan Sosialisasi Beasiswa Kementerian Agama untuk program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) dan Beasiswa Santri.
Kegiatan berlangsung di aula lt.3 MAN 2 Yogyakarta dan diikuti oleh guru BK, kepala madrasah, serta beberapa murid kelas XI MAN 2 Yogyakarta. Tujuan sosialisasi adalah memberikan pemahaman komprehensif terkait mekanisme, persyaratan, dan strategi pendampingan murid dalam mengakses beasiswa Kemenag.
Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Hj. Maria Ulfa, S.PdI, M.Si. selaku Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan PUSPENMA KEMENAG RI, beliau didampingi oleh Hj. Anita Isdarmini, M.Hum, Ketua Tim 1 Bidang Kurikulum dan Kesiswaan Kanwil Kemenag DIY.
Dalam pemaparannya, Dr. Maria Ulfa menjelaskan bahwa BIB dan Beasiswa Santri merupakan program unggulan Kemenag untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi dan penguatan kapasitas santri. Program ini merupakan kolaborasi dari LPDP dan Kementerian Agama RI untuk masyarakat Indonesia yang ingin menembangkan karir, pengalaman dan jaringan kampus dalam dan luar negeri. “Beasiswa ini bukan hanya bantuan biaya, tapi investasi untuk mencetak generasi madrasah yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing secara global. Kategori skema program beasiswa LPDP Kemenag RI terbagi menjadi 2 yaitu program beasiswa gelar dan beasiswa non gelar. Peran Kepala dan guru BK madrasah sangat vital dalam menjaring dan mendampingi calon penerima,” ujarnya.
Turut hadir memberikan arahan, Kasi Pendidikan Madrasah Kota Yogyakarta, Hj. Elfa Tsuroyya, S.Ag, M.PdI., M.P.d., Beliau mengapresiasi kolaborasi MGBK MA-DIY, K2MA, MTs, dan MI dalam menyukseskan program beasiswa. “Kami berharap madrasah di DIY bisa meningkatkan kuota penerima beasiswa tahun ini. Mari manfaatkan forum ini untuk saling berbagi informasi dan strategi pendampingan,” kata Elfa.
Peserta mengikuti sesi tanya jawab dengan antusias, tentang peluang guru juga bisa mendaftar terutama terkait teknis pendaftaran, dokumen yang dibutuhkan, dan cara memotivasi murid agar berani mendaftar.
Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd menyatakan harapan untuk guru BK menyampaikan informasi beasiswa ke madrasah masing - masing dan membentuk tim pendampingan di masing-masing wilayah. “Ini peluang besar bagi murid madrasah. Tugas kami adalah memastikan tidak ada murid berpotensi yang terlewat karena kurang informasi,” tegasnya. (dyah estuti )
Berikan Komentar