Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Ramadhan selalu menghadirkan ruang-ruang kebaikan. Di Madrasah Aliyah Negeri 2 Yogyakarta, ruang itu diwujudkan melalui program MIMBAR (Menebar Ilmu Menggapai Berkah Ramadhan), sebuah gerakan dakwah kreatif yang telah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya dan terus menunjukkan konsistensi serta dampak inspiratif. Tim Mimbar OSIS MAN 2 Yogyakarta mengawali pengambilan video di sekitar lingkungan madrasah pada Selasa (10/02/2026) dibimbing Pembina OSIS Harun Ikhwantara, S.Pd, M.Pd.
Program
MIMBAR lahir dari inisiatif OSIS, yang sejak awal merancangnya sebagai wahana
pembelajaran kepemimpinan, dakwah, dan literasi digital bagi peserta didik.
Berbeda dengan kegiatan seremonial, MIMBAR menempatkan siswa sebagai aktor
utama, mulai dari perencanaan, produksi, hingga publikasi konten dakwah
Ramadhan. Tahun ini, estafet kepemimpinan dipegang oleh Nafal Zukhruf El Fayyis
(kelas X C) sebagai ketua pelaksana, menandai kepercayaan madrasah kepada
generasi muda untuk memimpin sejak dini.
Pada
edisi 2026, MIMBAR menghadirkan 15 dai muda yang berasal dari siswa kelas X
hingga XII. Mereka tampil dengan gaya dakwah yang segar, kontekstual, dan
relevan dengan realitas remaja, tanpa meninggalkan kedalaman nilai keislaman.
Tidak hanya itu, program ini juga dikemas dalam 5 seri tayangan, seluruhnya
menampilkan talenta murid, sebuah bukti bahwa madrasah mampu menjadi ruang
tumbuh bagi kreativitas dan keberanian berdakwah.
Menariknya,
dari tahun ke tahun, video-video MIMBAR selalu menghiasi hari-hari Ramadhan di
ruang digital. Ribuan penonton menyaksikan, membagikan, dan merespons positif
konten yang diproduksi siswa MAN 2 Yogyakarta. Capaian ini menunjukkan bahwa
dakwah pelajar, bila dikelola dengan baik, mampu menembus batas ruang kelas dan
menjangkau masyarakat luas.
Pembina
OSIS sekaligus penanggung jawab program MIMBAR, Harun Ikhwantara, menegaskan
bahwa MIMBAR bukan sekadar program Ramadhan, melainkan bagian dari proses
pendidikan karakter. “Melalui MIMBAR, siswa belajar menyampaikan kebenaran
dengan hikmah, bekerja dalam tim, serta bertanggung jawab atas pesan yang
mereka sampaikan kepada publik,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keberlanjutan
program hingga tahun ketiga merupakan hasil dari komitmen bersama antara
madrasah, pembina, dan peserta didik.
Lebih
dari sekadar tontonan, MIMBAR telah menjadi ruang kaderisasi dai muda,
laboratorium kepemimpinan OSIS, sekaligus sarana penguatan moderasi beragama di
kalangan pelajar. Di tengah tantangan era digital, MAN 2 Yogyakarta membuktikan
bahwa teknologi dapat menjadi jalan dakwah yang mencerahkan.
Dengan
semangat “menebar ilmu dan menggapai berkah,” MIMBAR terus menyalakan cahaya
Ramadhan, dari pelajar, oleh pelajar, dan untuk umat. Sebuah ikhtiar kecil yang
berdampak besar, lahir dari madrasah dan menggema ke ruang publik. (pusp)
Berikan Komentar