MONEV Aksi Bergizi MAN 2 Yogyakarta oleh Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) -Bertempat di GCB MAN 2 Yogyakarta, 14 Desember 2023 telah dilaksanakan Monev Aksi Bergizi MAN 2 Yogyakarta oleh Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Tim monev terdiri dari Arinda Kurnitasari, SKM, Sri Lestari, AMd, Kes dari Dinas Kesehatan kota Yogyakarta dan Cahyo Teteki Bangun, S.Gz dari Puskesmas Ngampilan.

 

Arinda menjelaskan dalam pembukaan pertemuan bahwa sebagai upaya dalam percepatan penurunan stunting dengan pencegahan anemia pada remaja putri di sekolah, Dinas Kesehatan Yogyakarta telah mengadakan  kegiatan aksi bergizi pada bulan Oktober tahun 2022 dan untuk melihat keberlangsungan kegiatan tersebut maka Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melaksanakan monitoring dan dan evaluasi aksi bergizi di 12 sekolah diantaranya adalah MAN 2 Yogyakarta.

 

Hadir penerima tim monev Kepala Madrasah, Singgih Sampurno, S.Pd, M.A, Waka Kesiswaan Dyah Estuti, S.Pd, Staf Kesiswaan bidang UKS Anita Dwi Roselly, S.Pd.Jas, Waka Humas Rita Setyowati, S.Pd, Koordinator BK Umi Solikatun, S.Pd dan beberapa guru yang diundang.

Singgih Sampurno dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada tim monev yang hadir.

MAN 2 Yogyakarta telah memiliki progam terkait kesehatan siswa dan diantaranya bekerjasama dengan Puskesmas Ngampilan diantaranya screening kesehatan, sosialisasi kesehatan remaja dan pemberian tablet tambah darah untuk para siswi, jelas Singgih.

Sebagai presantator pelaksanaan aksi bergizi adalah Anita Dwi Roselly yang membidangi UKS MAN 2 Yogyakarta.

Anita memaparkan dengan menyajikan ppt disebutkan bahwa sebagai tindak lanjut aksi bergizi MAN 2 Yogyakarta melalui UKS yaitu adanya screening kesehatan, sosialisasi terkait kesehatan remaja dan cek kesehatan bekerjasama dengan Puskesmas Ngampilan serta adanya gerakan sarapan pagi bersama dengan buah dan sayur di jam pertama secara berkala sedangkan kegiatan fisik include di kegiatan pelajaran olah raga papar  Anita.

Dari paparan yang di sampaikan ditanggapi oleh Arinda dan Bangun dengan senada yaitu perlu pendampingan yang intens pada saat pemberian tablet tambah darah karena masih ditemukan data 60% siswi mengalami anemia rendah.

Harapan dari Dinas Kesehatan Kota dan Puskesmas bahwa dengan adanya program aksi bergizi ini mampu mencegah sejak dini kelainan yang terjadi pada generasi mendatang yang disebabkan oleh anemia. (dyah)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp