Muhammad Syubban Fatikhuddakwan XI D Hidupkan Suasana Perpustakaan Lewat Review Novel Hujan

Muhammad Syubban Fatikhuddakwan XI D meriview buku Hujan karya Tere liye bersama Pustakawan MAN 2 Yogyakarta Nuryanti A.Md

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) - Kegiatan literasi di perpustakaan sekolah kembali menghadirkan cerita menarik pada Selasa, 12 Mei 2026 pukul 13.27 WIB. Dalam program “Baca, Balik, Cerita” yang mengajak siswa meminjam buku, mengembalikan buku, lalu menceritakan kembali isi bacaannya kepada pustakawan, Muhammad Syubban Fatikhuddakwan dari kelas XID berhasil mencuri perhatian lewat review novel “Hujan” karya Tere Liye.

Berbeda dari review lainnya, Syubban membawakan cerita dengan suasana tenang, lembut, dan penuh perasaan. Ia menjelaskan bahwa novel Hujan bukan hanya tentang kisah cinta, tetapi juga tentang kehilangan, perjuangan hidup, dan kenangan yang sulit dilupakan.

Dalam penyampaiannya, Syubban menceritakan kisah Lail dan Esok yang dipertemukan oleh bencana besar, lalu tumbuh bersama dalam banyak cerita kehidupan. Hubungan keduanya yang sederhana namun penuh ketulusan membuat pembaca ikut terbawa suasana. Syubban juga menggambarkan bagaimana hujan di dalam novel menjadi simbol rasa rindu, kenangan, dan perasaan yang tidak selalu bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Suasana Perpustakaan pun berubah menjadi lebih hening saat Syubban mulai membacakan bagian-bagian emosional dari cerita. Beberapa siswa tampak tersenyum kecil, sementara yang lain larut mendengarkan bagaimana kisah tersebut menggambarkan cinta yang hadir tanpa harus memiliki.

Menurut Syubban, novel Hujan mengajarkan bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai harapan. Namun, seseorang tetap harus belajar menerima kehilangan, menghargai kebersamaan, dan tetap melangkah meski hati pernah terluka.

Pustakawan MAN 2 Nuryanti, A.Md mengungkapkan bahwa cara Syubban membawakan review terasa sangat berbeda karena mampu menghadirkan suasana hangat dan menyentuh. Ia menilai cerita yang disampaikan membuat ikut merasakan emosi dari setiap tokoh di dalam novel.

Melalui kegiatan “Baca, Balik, Cerita”, siswa tidak hanya belajar membaca, tetapi juga belajar memahami makna cerita dan menyampaikan kembali isi buku dengan cara yang menarik. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah positif dalam menumbuhkan budaya literasi serta rasa percaya diri siswa di lingkungan sekolah. (nur)

 


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp