Surabaya (MAN 2 Yogyakarta) — Capaian prestisius diraih tiga murid kelas Layanan Bakat Cerdas Istimewa (LBCI) MAN 2 Yogyakarta dengan berkompetisi tidak hanya melawan pelajar tingkat SLTA, tetapi juga mahasiswa dari seluruh Indonesia dalam ajang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) pada Ramadan Islamic Competition (RIC) 2026 yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Sabtu (7/3/2026).
Ketiga murid tersebut adalah Adinda Dwi Laelani, Keysa Permata Ayudya Darmawan, dan Keyla Mutiara Anindya Darmawan dari kelas LBCI MAN 2 Yogyakarta. Mereka berhasil meraih Juara 1 Nasional setelah mengungguli 30 tim peserta dari berbagai daerah di Indonesia, melalui tahapan seleksi ketat mulai dari babak penyisihan hingga presentasi final di hadapan dewan juri.
Kompetisi tingkat nasional ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) ITS 1447 Hijriah yang dipusatkan di Masjid Manarul Ilmi ITS, Jalan Raya ITS, Keputih, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan tersebut menghadirkan ruang kompetisi yang memadukan semangat keilmuan dan nilai-nilai keislaman di tengah perkembangan teknologi modern.
Mengusung tema “Berlayar Meraih Energi di Tengah Derasnya Teknologi dalam Bulan Penuh Arti”, Ramadan Islamic Competition menghadirkan berbagai cabang lomba seperti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) 5 juz, Musabaqah Da’i, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), poster, serta videografi.
Pada kategori KTIQ, peserta diminta mengkaji berbagai isu kontemporer melalui perspektif Al-Qur’an dan pendekatan ilmiah. Tim murid MAN 2 Yogyakarta berhasil menarik perhatian dewan juri melalui karya inovatif yang mengangkat konsep aplikasi terapi Al-Qur’an sebagai upaya pencegahan dan pendampingan anxiety pada remaja.
Aplikasi tersebut dirancang sebagai platform integratif yang membantu remaja menjaga kesehatan mental melalui fitur journaling reflektif untuk mengenali emosi, tilawah dan tadabur Al-Qur’an sebagai terapi spiritual, serta panduan relaksasi dan dzikir sebelum tidur untuk meningkatkan kualitas istirahat. Konsep ini terinspirasi dari firman Allah dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28 yang menegaskan bahwa dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenteram.
Rasa syukur atas capaian tersebut disampaikan oleh Keysa Permata Ayudya Darmawan dan Keyla Mutiara Anindya Darmawan. Keduanya mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti kompetisi bergengsi tersebut sekaligus memperoleh pengalaman berharga.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur dan senang bisa mengikuti lomba ini. Kami mendapatkan pengalaman yang sangat berharga, terutama keberanian untuk mempresentasikan karya di depan juri dan berkompetisi dengan peserta dari kalangan mahasiswa,” ungkap keduanya.
Sementara itu, Adinda Dwi Laelani menyampaikan harapan agar ajang serupa terus diselenggarakan sehingga semakin banyak generasi muda yang memiliki ruang untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi.
“Semoga perlombaan seperti ini terus dapat diikuti oleh kami dan teman-teman lainnya karena menjadi sarana pengembangan kreativitas, inovasi, dan keberanian dalam berkarya,” tuturnya.
Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi yang diraih para muridnya. Ia berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik untuk terus berkarya dan berprestasi.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa murid MAN 2 Yogyakarta mampu bersaing di tingkat nasional bahkan dengan mahasiswa. Semoga capaian ini semakin memotivasi peserta didik untuk terus mengembangkan potensi, mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai Al-Qur’an, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari bimbingan guru pembimbing, Annisa Salwa Hafidzah, S.Si., yang mendampingi tim sejak proses penyusunan karya hingga tahap presentasi final.
Prestasi ini semakin menegaskan komitmen MAN 2 Yogyakarta dalam mendorong lahirnya generasi unggul yang mampu mengintegrasikan kecerdasan akademik, kreativitas, serta nilai-nilai keislaman untuk menjawab tantangan zaman. (pusp)
Berikan Komentar