Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Kemampuan berbahasa asing semakin menjadi kebutuhan penting di era global. Menyadari hal tersebut, MAN 2 Yogyakarta kembali menghadirkan program unggulan bertajuk Mandaya Language Expression (MYLEX) 2026 yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Through Language We Grow, Through Achievement We Shine” atau “Melalui Bahasa Kita Berkembang, Melalui Prestasi Kita Bersinar” ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan komunikasi sekaligus memperluas wawasan lintas budaya.
MYLEX
2026 menghadirkan sejumlah praktisi bahasa, akademisi, dan penutur asli dari
berbagai negara. Mereka di antaranya Risa Karmida, M.A. yang membawakan materi
berbicara di depan umum (public speaking), Azizia Freda Savana, M.Pd. untuk
Bahasa Jepang, Dr. Fitri Zakiyah, M.Pd. untuk Bahasa Arab, serta Eko
Sulistyorini, M.Pd.Gr. untuk Bahasa Jerman. Kegiatan ini semakin istimewa
dengan kehadiran tiga penutur asli, yaitu Shinnosuke Hoshida dari Jepang,
Houssam Saab dari Lebanon, dan Austin Ekstrum dari Amerika Serikat.
Kepala
MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., saat membuka kegiatan menegaskan
bahwa kemampuan berbahasa merupakan salah satu keterampilan penting yang harus
dimiliki generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya,
setiap peserta didik memiliki potensi dan kecerdasan yang berbeda sehingga
tidak perlu merasa minder dengan kemampuan orang lain.
“Setiap
anak itu pintar, cerdas, dan memiliki kelebihan masing-masing. Yang terpenting
adalah terus mengasah keterampilan dengan tekun. Manfaatkan kesempatan dalam
MYLEX ini sebaik-baiknya untuk mengembangkan kemampuan berbahasa dan
berkomunikasi,” ujarnya.
Hartiningsih
juga mengingatkan bahwa belajar bahasa tidak boleh berhenti pada penguasaan
teori semata. Kemampuan berbahasa harus diwujudkan dalam praktik komunikasi
yang nyata sehingga mampu menjadi bekal bagi peserta didik untuk bersaing di
tingkat nasional maupun internasional.
“Belajar
bahasa jangan hanya sekadar belajar tata bahasa, tetapi harus mampu menggunakan
bahasa itu untuk berkomunikasi. Melalui kegiatan ini, peserta didik dapat
belajar, berkreasi, menggali potensi diri, sekaligus mengembangkan keterampilan
yang akan berguna di masa depan,” katanya.
Lebih
lanjut, ia berharap kegiatan semacam ini dapat membantu peserta didik mengenali
minat dan bakatnya sejak dini sehingga ketika lulus dari jenjang SMA atau MA
tidak lagi kebingungan menentukan pilihan studi maupun karier.
MYLEX
2026 diikuti oleh 21 siswa kelas XI Program Bahasa serta 12 peserta dari
Language Club MAN 2 Yogyakarta. Kegiatan dipandu oleh Duta Bahasa 2025,
Zulfinisa dan Muhammad Fauzan, yang bertindak sebagai pembawa acara. Selama dua
hari, peserta mendapatkan kesempatan berinteraksi langsung dengan para
narasumber dan penutur asli melalui berbagai sesi pembelajaran yang dirancang
interaktif dan komunikatif.
Ketua
panitia, Diah Wiji Astuti, S.S menyampaikan bahwa MYLEX bukan sekadar kegiatan pembelajaran bahasa,
melainkan ruang ekspresi bagi peserta didik untuk membangun kepercayaan diri,
memperluas perspektif global, dan meningkatkan kemampuan komunikasi lintas
budaya.
Dengan
menghadirkan narasumber profesional serta penutur asli dari berbagai negara,
MAN 2 Yogyakarta berharap MYLEX 2026 mampu menjadi ajang inspiratif yang
mendorong lahirnya generasi muda yang unggul dalam kemampuan bahasa, berwawasan
internasional, dan siap menghadapi dinamika dunia global.
Kegiatan
ini sekaligus mempertegas komitmen MAN 2 Yogyakarta dalam menghadirkan
pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga
pada pengembangan keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan peserta didik untuk
meraih kesuksesan di masa depan. (diw_pusp)
Berikan Komentar