Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Kepedulian terhadap lingkungan hidup terus menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya pendidikan di MAN 2 Yogyakarta. Komitmen tersebut tercermin saat OSIS MAN 2 Yogyakarta dipercaya mengambil peran strategis dalam kegiatan Pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Pokjawas Madrasah Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan pada Senin (12/01/2026) di Aula MAN 2 Yogyakarta.
Pada forum yang dihadiri para
pengawas madrasah se-DIY tersebut, OSIS MAN 2 Yogyakarta bertugas memberikan
sosialisasi pengelolaan sampah. Keterlibatan peserta didik dalam forum
profesional ini menjadi bukti bahwa MAN 2 Yogyakarta tidak hanya mengajarkan
kepemimpinan dan kepedulian lingkungan secara konseptual, tetapi juga memberi
ruang aktualisasi nyata bagi siswa di level strategis pendidikan madrasah.
Sosialisasi disampaikan oleh
Karendra, Ketua OSIS MAN 2 Yogyakarta, bersama Muhammad Rayyan, Ketua Kader
Adiwiyata sekaligus Duta Lingkungan. Keduanya memaparkan praktik baik
pengelolaan sampah yang telah diterapkan di MAN 2 Yogyakarta, mulai dari pembiasaan
memilah sampah organik dan anorganik, pengurangan sampah plastik sekali pakai,
hingga penguatan budaya bersih dan hijau di lingkungan madrasah.
Tidak berhenti pada pemaparan,
kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pemilahan sampah yang benar. Para
peserta pelatihan diajak melihat dan mencoba secara langsung proses memilah
sampah sesuai kategori, sehingga materi yang disampaikan menjadi aplikatif dan
mudah direplikasi di madrasah masing-masing.
Kepala MAN 2 Yogyakarta,
Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang
diberikan kepada OSIS MAN 2 Yogyakarta. Ia menegaskan bahwa pendidikan
lingkungan merupakan bagian penting dari pembentukan karakter peserta didik.
“Menjaga lingkungan adalah tanggung
jawab bersama. Melalui peran aktif OSIS dan Kader Adiwiyata, kami berharap
nilai-nilai kepedulian lingkungan tidak hanya tumbuh di MAN 2 Yogyakarta,
tetapi juga menginspirasi madrasah lain,” ujarnya. Ia juga berharap peserta
didik terus menjadi agen perubahan yang membawa semangat hidup bersih, sehat,
dan berkelanjutan di mana pun berada.
Senada dengan itu, Dra. Khusnul
Daroyah, selaku guru pendamping para duta lingkungan, menyampaikan bahwa
keterlibatan siswa dalam kegiatan ini merupakan hasil pembinaan berkelanjutan.
Menurutnya, pembelajaran karakter akan lebih bermakna ketika siswa diberi ruang
untuk berbagi praktik baik dan pengalaman nyata.
“Kami berharap pengalaman ini semakin
menguatkan kepercayaan diri siswa sebagai duta lingkungan dan menumbuhkan
kesadaran ekologis yang berkelanjutan,” tuturnya.
Pelatihan PKB Pokjawas Madrasah DIY
sendiri merupakan agenda rutin yang bertujuan memperkuat kompetensi pengawas
madrasah, khususnya dalam supervisi akademik. Kegiatan diawali dengan
registrasi dan pembukaan, dilanjutkan sambutan serta penguatan supervisi
akademik yang disampaikan oleh para narasumber, di antaranya Drs. H. Abd. Hamid
Tarwaca, R., M.S.I., Hj. Kalimah, S.Ag., M.A., dan Dr. Girmono. Sesi inti
meliputi penyusunan laporan supervisi akademik yang dipandu Dra. Hj. Ida
Uswatun Hasanah, M.Pd., sebelum ditutup dengan sosialisasi pengolahan sampah
oleh OSIS MAN 2 Yogyakarta.
Kehadiran OSIS dalam forum pengawas
madrasah ini menegaskan posisi MAN 2 Yogyakarta sebagai madrasah ramah
lingkungan dan berbudaya hijau, sekaligus madrasah Adiwiyata yang konsisten
menanamkan nilai kepedulian lingkungan kepada peserta didik. Melalui peran
aktif siswa sebagai duta lingkungan, MAN 2 Yogyakarta terus berkontribusi dalam
membangun kesadaran ekologis yang selaras dengan penguatan mutu pendidikan dan
karakter generasi masa depan. (pusp)
Berikan Komentar