Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Dalam rangkaian acara MATAMUDA (Masa Taaruf Murid Madrasah) TA. 2026/2027, MAN
2 Yogyakarta mengadakan kegiatan Outing Class di Keraton Ngayogyakarta
Hadiningrat. Rabu (15/07/2026), kurang lebih 300 siswa baru beserta guru
pendamping mengikuti kegiatan Tour Budaya ke Masjid Gedhe Kauman dan Keraton
Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan sejarah, budaya, tradisi, serta
nilai-nilai luhur budaya Jawa kepada para murid baru.
Kegiatan diawali di Masjid Gedhe Kauman dengan pembiasaan religius melalui
salat Dhuha berjamaah, sedangkan siswi yang berhalangan mengikuti pembacaan
Asmaul Husna. Setelah itu, peserta memperoleh penjelasan mengenai sejarah
Masjid Gedhe Kauman beserta perannya sebagai pusat dakwah, pendidikan Islam,
dan bagian penting dari perjalanan Kesultanan Yogyakarta. Sebelum memasuki
kawasan Keraton, para murid juga memanfaatkan waktu untuk berfoto bersama serta
membuat vlog kreatif sebagai dokumentasi pembelajaran budaya.
Di Keraton Yogyakarta, setiap kelompok didampingi oleh Abdi Dalem yang
menjelaskan sejarah Keraton, tata ruang, adat istiadat, hingga berbagai koleksi
pusaka yang menjadi warisan Kesultanan. Murid tampak antusias mengajukan
pertanyaan dan mengamati berbagai tanaman khas Keraton seperti kelapa gading,
kepel, sawo kecik, dan keben yang masing-masing memiliki filosofi kehidupan
serta nilai budaya yang masih dijaga hingga kini. Bagi sebagian murid,
khususnya yang berasal dari luar Yogyakarta, kunjungan ini menjadi pengalaman
pertama menyaksikan secara langsung pusat kebudayaan Jawa.
Kegiatan semakin menarik saat peserta menyaksikan pertunjukan Wayang Golek
di Bangsal Sri Manganti yang disambut dengan antusias. Para murid juga
memperoleh informasi mengenai berbagai pertunjukan seni tradisional yang rutin
digelar di Keraton sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya. Seluruh
rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat serta
diharapkan mampu menumbuhkan generasi yang unggul secara akademik sekaligus
memiliki kepedulian terhadap sejarah, budaya, dan kearifan lokal Indonesia.(dry)
Berikan Komentar