Kegiatan Pendampingan Akademik dan Karakter Anak
Kegiatan
belajar mengajar di sekolah tidak sepenuhnya optimal mengingat kondisi belajar
mengajar yang kurang kondusif. Kurang kondusifnya proses belajar di kelas bisa
diakibatkan oleh beberapa faktor, seperti seorang guru yang harus mengajarkan
banyak pelajaran, kurang meratanya perhatian guru kepada anak didik, atau juga
target kurikulum yang harus terselesaikan tepat pada waktunya. Kondisi yang
telah disebutkan secara tidak langsung bisa memberi dampak pada pelaksanaan
belajar mengajar yang bersifat teknis, terlebih pada siswa yang masih perlu
mendapat perhatian dalam proses belajar mengajar. Mengingat pendidikan memiliki
sistem pendidikan yang berkelanjutan. Perlu upaya optimal untuk menjadi pondasi
bagi anak didik sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya.
Guru
merupakan figur sentra dalam pendidikan, peran guru sangat dibutuhkan dalam
proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar bukan semata-mata hanya
mengajarkan apa yang tertulis di dalam buku dan menyampaikan dalam bentuk
kalimat di depan anak didik. Peran penting guru tidak hanya sebatas mengajar
tentang materi di kelas, namun juga tidak kalah penting adalah tentang
pembentukan karakater dan watak individu anak didiknya. Pembentukan karakter
dan watak individu yang berdasarkan nilai dan norma yang berlaku di
tengah-tengah lingkungan masyarakat di mana para siswa tinggal (Kirom, 2017).
Kerjasama
antara guru dan wali murid sangatlah di perlukan untuk menunjang keberhasilan
proses belajar mengajar. Sekolah melalui guru kelas (wali kelas) sangat perlu
menjalin komunikasi dengan orang tua (wali murid). Komunikasi yang terjalin di
kedua belah
pihak antara sekolah dengan orang tua diharapkan dapat menciptakan suasana yang harmonis. Alasan penting perlunya komunikasi antara sekolah dengan orang tua adalah perlunya saling pengertian agar segala program sekolah yang ada dapat terealisasikan dengan baik dalam bentuk kegiatan yang nyata. Program dan kegiatan yang dimaksud adalah melalui kegiatan kunjungan rumah (home visit).
Melalui upaya kunjungan rumah (home visit), merupakan satu langkah penting dalam melakukan pendekatan pendidikan dalam rangka menumbuhkan karakter dan watak anak didik. Pola kerjasama diharapkan juga tumbuh antara wali murid dengan guru dalam mengenali dan memahami anak didik sebagai peserta didik yang dilibatkan. Kegiatan home visit secara mendasar memiliki tujuan untuk mengetahui kondisi siswa di rumah dengan maksud memperoleh berbagai keterangan dan informasi dengan mendasarkan pada pemahaman lingkungan dan permalasahan siwa yang memiliki nilai guna penyelesaian lahan siswa terkait. Tidak hanya itu saja, melalui home visit diharapkan juga guru dapat mengetahui kebiasaan siswa di rumah, seperti kebiasaan belajar, kemandirian di rumah, pola hubungan siswa dengan orang tua dan lingkungan sekitar tempat tinggal siswa dan perilaku sosial lainnya selama di luar sekolah.