Paguyuban Orang Tua (POT) MAN 2 Yogyakarta Sukses Gelar Akhirusanah 2026

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Paguyuban Orang Tua (POT) MAN 2 Yogyakarta kembali membuktikan peran strategisnya dalam dunia pendidikan dengan sukses menyelenggarakan kegiatan akhirusanah Tahun Pelajaran 2025/2026 dengan tema, "Generasi Mandaya Unggul Mendunia, Menebar Rahmat untuk Semesta". Kegiatan yang berlangsung penuh haru dan kebanggaan ini menjadi momentum syukur atas kelulusan 243 siswa kelas XII sekaligus bentuk apresiasi atas perjalanan panjang pendidikan mereka.

Ketua panitia dari unsur POT, Toni Subagyo, orang tua dari Galen Zhafif Yodanta kelas XII G, dalam laporannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berkontribusi. Ia menegaskan bahwa kegiatan akhirussanah ini merupakan hasil kolaborasi erat antara orang tua, madrasah, serta berbagai elemen pendukung lainnya.

“Acara ini adalah wujud rasa syukur dan cinta kepada putra-putri kami. Semua terselenggara berkat gotong royong, kebersamaan, serta dukungan penuh dari seluruh pihak. Kesuksesan hari ini adalah kebahagiaan kita bersama,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa seluruh siswa kelas XII yang berjumlah 243 orang telah dinyatakan lulus. Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus amanah besar bagi para lulusan untuk melangkah ke jenjang berikutnya.

Dalam suasana yang sarat emosi, Toni Subagyo turut menitipkan pesan mendalam kepada para siswa. Ia mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah akhir, melainkan gerbang awal menuju kehidupan yang lebih luas. “Hari ini bukan akhir, tetapi awal dari perjalanan panjang. Predikat sebagai alumni membawa tanggung jawab untuk menjaga nama baik almamater. Raihlah cita-cita setinggi langit, namun jangan pernah melupakan karakter dan nilai-nilai kebaikan,” pesannya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjadi generasi yang tangguh, kreatif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.

Keberhasilan penyelenggaraan akhirusanah ini tidak lepas dari peran aktif Paguyuban Orang Tua (POT) sebagai mitra strategis madrasah. Dukungan yang solid dari para orang tua menjadi fondasi kuat dalam merancang kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat nilai kebersamaan, penghargaan, serta pendidikan karakter.

Konsep kegiatan yang diusung mencerminkan sinergi harmonis antara keluarga dan madrasah. Tidak sekadar seremoni kelulusan, akhirussanah ini menjadi ruang refleksi atas proses pendidikan, perjuangan, serta tumbuhnya karakter peserta didik selama menempuh pendidikan di MAN 2 Yogyakarta.

Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa keberhasilan madrasah tidak dapat dipisahkan dari dukungan orang tua.

“Kemajuan dan keberhasilan MAN 2 Yogyakarta tidak terlepas dari dukungan Bapak Ibu sekalian yang tergabung dalam Paguyuban Orang Tua. Sinergi ini menjadi kekuatan besar dalam mendampingi dan mengantarkan peserta didik meraih prestasi terbaik,” ungkapnya.

Menurutnya, kolaborasi yang terbangun selama ini telah menciptakan ekosistem pendidikan yang positif, di mana madrasah dan keluarga berjalan beriringan dalam membentuk generasi unggul.

Kegiatan akhirusanah tahun ini pun menjadi simbol kuat bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab lembaga, tetapi merupakan gerakan bersama antara sekolah dan orang tua. Dari sinilah lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan berkarakter.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, 243 lulusan MAN 2 Yogyakarta resmi menyandang status alumni. Harapan besar pun disematkan kepada mereka untuk terus melangkah, menembus batas mimpi, serta membawa nama baik almamater di tingkat nasional maupun global.

Akhirussanah bukan sekadar perpisahan, tetapi perayaan perjalanan dan awal dari masa depan yang penuh harapan. (pusp)


wa Chat via WhatsApp