Yogyakarta (MAN 2
Yogyakarta) – Kegiatan studi tiru Zona Integritas yang diikuti rombongan Kantor
Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo di MAN 2 Yogyakarta tidak hanya
menghadirkan ruang berbagi praktik baik dalam pembangunan budaya integritas, tetapi
juga membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Kamis (09/04/2026),
kehadiran puluhan tamu yang terdiri atas pimpinan Kanwil, kepala kantor Kemenag
kabupaten/kota, kepala madrasah negeri, kepala subbagian tata usaha, dan
pengawas madrasah menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku usaha cinderamata
khas Yogyakarta. Momentum ini membuktikan bahwa kegiatan kedinasan juga mampu
menciptakan nilai tambah bagi ekonomi lokal.
Usai mengikuti rangkaian
pemaparan dan observasi implementasi Zona Integritas di lingkungan madrasah,
rombongan menyempatkan diri mengunjungi gerai-gerai cinderamata yang telah
disiapkan. Beragam produk unggulan seperti batik, kaos bertema Yogyakarta, kerajinan
perak, tas anyaman, gantungan kunci, hingga aneka oleh-oleh tradisional menjadi
incaran para peserta sebagai buah tangan untuk keluarga dan kolega di
Gorontalo. Antusiasme para tamu terlihat dari ramainya transaksi yang
berlangsung sejak siang hingga sore hari.
Para pedagang mengaku
bersyukur atas kunjungan rombongan studi tiru tersebut karena mampu
meningkatkan omzet penjualan dalam waktu singkat. Mereka menilai kegiatan yang
menghadirkan peserta dari luar daerah seperti ini menjadi peluang emas untuk
memperkenalkan produk-produk khas Yogyakarta kepada masyarakat yang lebih luas.
Selain memperoleh keuntungan ekonomi, para pelaku usaha juga merasa bangga
karena hasil karya mereka dapat menjadi duta budaya yang dibawa hingga ke
Provinsi Gorontalo.
Kepala MAN 2 Yogyakarta,
Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pembangunan Zona Integritas
sejatinya tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas tata kelola dan
pelayanan publik, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat sosial yang
lebih luas. Kehadiran tamu dari berbagai daerah menjadi kesempatan untuk
mempererat silaturahmi sekaligus mendukung perputaran ekonomi masyarakat
melalui pembelian produk-produk lokal. Sinergi antara madrasah, pemerintah, dan
pelaku usaha diharapkan terus tumbuh sehingga setiap kegiatan yang
diselenggarakan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi semua pihak.
Melalui studi tiru ini,
semangat integritas berpadu dengan kepedulian terhadap pemberdayaan ekonomi
masyarakat. MAN 2 Yogyakarta tidak hanya menjadi tempat belajar mengenai
reformasi birokrasi dan pembangunan Zona Integritas, tetapi juga menjadi
jembatan yang menghubungkan praktik baik tata kelola dengan penguatan ekonomi
kerakyatan. Inilah wujud nyata bahwa setiap langkah membangun integritas dapat
berjalan beriringan dengan upaya menumbuhkan kesejahteraan masyarakat di
sekitarnya.(cio)
Berikan Komentar