Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — MAN 2 Yogyakarta menindaklanjuti sosialisasi Perjanjian Kinerja (Perkin) Tahun 2026 dengan melakukan pembagian Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan (IKSK) pada Jumat (20/02/2026) yang dipimpin langsung Kepala Tata Usaha Isti Wahyuni, SE, MM, kepada seluruh tenaga kependidikan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan setiap individu memiliki peran jelas dan terukur dalam mendukung pencapaian target kinerja madrasah.
Pembagian IKSK dilakukan
secara sistematis sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing tendik,
mencakup berbagai aspek strategis mulai dari peningkatan mutu sumber daya
manusia, penguatan tata kelola, hingga layanan publik dan sistem informasi.
Informasi yang diterima humas
dari laboran IPA, Purwati, S.Si, M.Pd, pada aspek pemerataan dan peningkatan
kualitas tenaga pendidik dan kependidikan, indikator seperti jumlah guru
bersertifikat pendidik menjadi tanggung jawab Munajah. Sementara itu, indikator
pemenuhan kualifikasi dan kompetensi tenaga kependidikan serta rasio guru
terhadap siswa melibatkan Munajah, Muhamad Amsori, dan Nur Arifan. Untuk
capaian nilai Asesmen Kompetensi Guru (AKG) minimal predikat terampil serta
nilai Asesmen Kompetensi Kepala Madrasah (AKK/PKKM), menjadi bagian dari
penguatan kualitas profesionalisme internal.
Indikator moderasi beragama
dengan capaian minimal baik pada hasil asesmen menjadi tanggung jawab Rahmadiyono,
sedangkan peningkatan jenjang karier guru dan jumlah lulusan Pendidikan Profesi
Guru (PPG) kembali diamanahkan kepada Munajah.
Dalam bidang perencanaan dan
anggaran, indikator Nilai Kinerja Anggaran (NKA) madrasah dipercayakan kepada
Eva Fadilah, SE, M.Acc. Sementara itu, pada penguatan reformasi birokrasi,
indikator laporan kinerja satuan kerja serta pembangunan Zona Integritas
melibatkan Nur Setianing Pratiwi, A.Md, Eva Fadilah, SE, M.Acc, Retno Nur
Wulandari, SE, dan Munajah secara kolaboratif.
Pada aspek tata kelola
keuangan dan Barang Milik Negara (BMN), indikator Nilai IKPA, dokumen tindak
lanjut hasil pengawasan (TLHP), serta laporan keuangan semester yang tepat
waktu menjadi tanggung jawab utama Eva. Didukung pula oleh Yanuar Fakhruzie,
SE, M.Pd, dalam penguatan pengelolaan ASN, termasuk peningkatan indeks
profesionalisme dan pengembangan pegawai.
Sementara itu, indikator
penghargaan ASN teladan dan inspiratif diampu oleh Munajah. Dalam bidang tata
persuratan dan kearsipan, Retno Nur Wulandari dan Muhamad Amsori bertanggung
jawab atas digitalisasi arsip yang mudah diakses, sedangkan pengembangan sarana
prasarana berbasis roadmap diamanahkan kepada Yanuar.
Pada aspek layanan informasi,
peningkatan publikasi konten pendidikan menjadi fokus pengembangan, sedangkan
peningkatan kualitas data dan sistem informasi diwujudkan melalui publikasi
data statistik secara berkala.
Kepala Tata Usaha MAN 2
Yogyakarta, Isti Wahyuni, S.E., M.M., menegaskan bahwa pembagian IKSK ini bukan
sekadar distribusi tugas, tetapi merupakan strategi untuk membangun budaya
kerja yang akuntabel dan berorientasi hasil. “Setiap indikator adalah tanggung
jawab bersama yang harus dilaksanakan dengan penuh komitmen. Dengan pembagian
yang jelas, diharapkan kinerja menjadi lebih terarah, terukur, dan berdampak,”
ujarnya.
Melalui pembagian IKSK ini,
MAN 2 Yogyakarta semakin meneguhkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola
yang profesional, transparan, dan berintegritas, sekaligus memperkuat sinergi
seluruh pegawai dalam mencapai target kinerja tahun 2026 secara optimal. (pusp)
Berikan Komentar