Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Semangat menghidupkan syiar Islam di
lingkungan madrasah kembali menguat melalui rapat koordinasi Program Organisasi
Keagamaan Corps Mubaligh (CM) Armiftada yang digelar bersama pembina CM, Siti
Nur Suciowati, S.H.I., dan Kanit Keagamaan, Wisang Liyen Permanasari, M.Pd. Rabu (29/7/2026), pertemuan
ini menjadi ruang konsolidasi untuk menyusun langkah strategis organisasi dalam
menyambut berbagai agenda keagamaan yang akan dilaksanakan selama Agustus
hingga September. Rapat berlangsung penuh antusias dengan menekankan pentingnya
kolaborasi, tanggung jawab, dan kesiapan seluruh pengurus dalam menyukseskan
setiap program.
Fokus utama pembahasan rapat diarahkan pada tiga agenda terdekat yang
menjadi prioritas organisasi, yaitu Open Recruitment (OPREC), Peringatan Hari
Besar Islam (PHBI) Maulid Nabi Muhammad saw., serta Mubaligh Hijrah Armiftada
(MHA). Ketiga kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah pembinaan kader,
penguatan karakter religius, sekaligus media dakwah yang mampu menjangkau
seluruh warga madrasah. Setiap koordinator bidang diberikan kesempatan
memaparkan rancangan kegiatan, pembagian tugas, serta target pelaksanaan agar
seluruh program dapat berjalan secara terukur.
Dalam arahannya, Siti Nur Suciowati, S.H.I., menekankan bahwa regenerasi
organisasi melalui OPREC harus dipersiapkan dengan baik agar mampu melahirkan
kader mubaligh yang berintegritas, berakhlak mulia, dan memiliki semangat
melayani. Sementara itu, Wisang Liyen Permanasari, M.Pd. mengajak seluruh
pengurus untuk menjadikan PHBI Maulid Nabi dan Mubaligh Hijrah Armiftada
sebagai momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus menghadirkan dakwah
yang kreatif, inspiratif, dan dekat dengan kehidupan peserta didik. Keduanya
berharap seluruh pengurus dapat bekerja secara kompak dengan mengedepankan
komunikasi dan koordinasi yang efektif.
Rangkaian kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Agustus dan
September tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan
organisasi keagamaan di MAN 2 Yogyakarta. Selain memperkuat budaya religius di
lingkungan madrasah, program-program tersebut juga menjadi sarana pengembangan
kepemimpinan, keterampilan berdakwah, serta pengabdian bagi para anggota CM
Armiftada. Melalui koordinasi yang matang sejak awal, CM Armiftada optimistis
seluruh agenda dapat terlaksana dengan lancar dan memberikan manfaat yang luas
bagi seluruh warga madrasah.(cio)
Berikan Komentar