Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — MTsN 6 Sleman melaksanakan kunjungan studi tiru digitalisasi Pemilihan Ketua Organisasi Siswa (Pemilos) ke MAN 2 Yogyakarta sebagai upaya memperkuat inovasi digital di lingkungan madrasah, . Senin, (26/10/2026), rombongan MTsN 6 Sleman terdiri atas lima siswa dan satu guru pendamping, yaitu Wakil Kepala Madrasah bidang Kesiswaan, Bapak Huda. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala MAN 2 Yogyakarta, Ibu Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., Wakil Kepala Madrasah bidang Kesiswaan, Ibu Leni, S.Pd., M.Pd., Bapak Harun Ihwantoro, serta empat siswa perwakilan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) MAN 2 Yogyakarta.
Dalam
sambutannya, Kepala MAN 2 Yogyakarta, *Ibu Hartiningsih, S.Pd., M.Pd.*,
menyampaikan bahwa pelaksanaan Pemilos di MAN 2 Yogyakarta melibatkan Komisi
Pemilihan Umum (KPU). Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya
menghadirkan proses pemilihan yang demokratis sekaligus memberikan pengalaman
nyata kepada siswa dalam memahami praktik demokrasi yang baik di lingkungan
madrasah. Ibu Hartiningsih juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Pemilos MAN 2
Yogyakarta dinilai sebagai salah satu yang terbaik berdasarkan proses dan
pelaksanaannya. Hal ini mencerminkan komitmen madrasah dalam membangun budaya
demokrasi yang transparan, tertib, dan bertanggung jawab dengan dukungan
teknologi digital.
Melalui
kegiatan studi tiru ini, rombongan MTsN 6 Sleman berkesempatan mempelajari
secara langsung penerapan digitalisasi Pemilos di MAN 2 Yogyakarta, termasuk
penggunaan aplikasi yang dikembangkan untuk mendukung proses pemilihan agar
berlangsung lebih efektif, efisien, dan transparan. Salah satu hasil penting
dari kunjungan tersebut adalah keinginan MTsN 6 Sleman untuk menduplikasi dan
mengadaptasi aplikasi Pemilos yang telah dikembangkan di MAN 2 Yogyakarta.
Rencana penerapan aplikasi tersebut dijadwalkan pada Jumat, (30/10/2026).
Kunjungan
ini menjadi wujud nyata kolaborasi antarmadrasah dalam berbagi praktik baik dan
mendorong transformasi digital di bidang pendidikan. Digitalisasi Pemilos
diharapkan tidak hanya mempermudah pelaksanaan pemilihan, tetapi juga menjadi
sarana pembelajaran demokrasi bagi siswa, sekaligus menanamkan nilai kejujuran,
tanggung jawab, dan partisipasi aktif dalam kehidupan berorganisasi. Melalui
semangat berbagi dan berinovasi, MAN 2 Yogyakarta terus membuka ruang
kolaborasi dengan madrasah lain untuk mengembangkan praktik pendidikan yang
adaptif terhadap perkembangan teknologi. Langkah ini diharapkan dapat
menginspirasi semakin banyak madrasah untuk menghadirkan inovasi digital yang
bermanfaat bagi peserta didik. (faj)